Analisis dampak kegiatan proyek irigasi teluk lada terhadap struktur ekonomi, kesempatan kerja, pendapatan dan distribusi pendapatan nasional di wilayah Banten, Jawa Barat (Suatu telaahan regional)

View/ Open
Date
1988Author
Munandar, Sinis
Anwar, Affendi
Baharsjah, Sjarifuddin
Nasoetion, Lutfi I.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan untuk: (1) menyusun tabel Input Output Wilayah Banten tahun 1983 yang terdiri dari 4 Kabupaten yaitu Tangerang, Serang, Pandeglang dan Lebak, guna mengetahui hubungan saling ketergantungan antar sektor dalam sistim perekonomian Wilayah tersebut (2) menelaah maksimisasi kaitan antar sektor terutama kaitan kedepan, kaitan kebelakang, kaitan tenaga kerja dan kaitan tingkat pendapatan; (3) mengetahui dampak Proyek Irigasi Teluk Lada terhadap perekonomian wilayah yang mencakup perubahan permintaan akhir beberapa sektor, perubahan struktur produk domestik dan distribusi pendapatan regional, peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi regional.
dari Sebagai obyek penelitian adalah Proyek Irigasi Teluk Lada yang merupakan suatu bentuk investasi baru dan terdiri berbagai kegiatan serta kegiatan-kegiatan lain yang timbul sebagai akibat dibangunnya proyek, telah ditelusuri jumlah dan struktur produksinya. Dari jumlah dan struktur produksi tersebut selanjutnya dilihat dampaknya terhadap perekonomian baik lokal maupun regional.
Pembangunan ekonomi Wilayah Banten merupakan satu kesatuan regional yang utuh dan terdiri dari pembangunan Sub wilayah bagian Utara dan Sub wilayah bagian Selatan dan sekali-gus merupakan proses pembangunan setiap komponen atau sektor yang saling mempengaruhi antara satu sektor dengan ekonomi sektor lainnya.
Struktur perekonomian Wilayah Banten pada tahun 1983 yang digambarkan dalam sisi penawaran (supply) dan sisi permintaan (demand) menunjukkan bahwa total impor yang merupakan komponen dari penawaran mempunyai nilai lebih kecil dibandingkan dengan total ekspor yang merupakan komponen dari permintaan. Hal ini memberikan petunjuk bahwa terjadi kebocoran wilayah terutama sektor Industri lainnya dan sektor Perdagangan yang dikuasai oleh pemilik dari luar wilayah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengembangan dimana Sub wilayah bagian Utara perkembangannya lebih maju dibandingkan dengan Sub wilayah bagian Selatan. Hal ini ditunjukkan oleh perkembangan sektor-sektor Industri (pengolahan) seperti Makanan dan Minuman yang pada umumnya terletak di Sub wilayah bagian Utara lebih menonjol dalam hal penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan pendapatan jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya yang terletak di Sub wilayah Selatan. Sektor tersebut mempunyai dampak langsung dan tidak langsung terhadap pengganda permintaan akhir maupun pengganda pendapatan dengan nilai koefisien tertinggi (1,66), meskipun perbedaannya dengan ...
Collections
- DT - Human Ecology [639]

