Virus Influenza A Itik di Indonesia serta Pengaruhnya pada Kesehatan Masyarakat dan Ekonomi Peternakan
Date
1982Author
Ronohardjo, Purnomo
Hardjosworo, Soehardjo
Partoatmodjo, Soeratno
Partadiredja, Masduki
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini ditujukan untuk mempelajari virus Influenza A itik di Indonesia dan pengaruhnya terhadap kesehatan masyarakat serta ekonomi peternakan. Studi ini meliputi: a) isolasi virus; b) mempelajari sifat dan identitas isolat; c) selanjutnya, isolat yang telah diketahui identitasnya digunakan sebagai antigen untuk mengetahui luas penyebaran geografik, penyebaran pada spesies hewan yang lain dan pada manusia; dan d) arti ekonomi dan gambaran klinik serta patologi anatomi penyakit yang didasarkan pengamatan lapangan dan percobaan di laboratorium.
Bahan isolasi dari itik, burung nuri, burung pelikan dan manusia berasal dari Lampung, Jawa Barat, Bali dan Kalimantan Selatan; sedangkan sera itik ayam trah, ayam kampung, mentog, babi dan kuda berasal dari Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Lombok, Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung dan dari kota Semarang, Surabaya, Medan dan Palembang. Sera manusia diperoleh dari Dinas Kesehatan Kotamadya Bogor dan dari Namru-2 Jakarta. ... Penelitian ini ditujukan untuk mempelajari virus Influenza A itik di Indonesia dan pengaruhnya terhadap kesehatan masyarakat serta ekonomi peternakan. Studi ini meliputi: a) isolasi virus; b) mempelajari sifat dan identitas isolat; c) selanjutnya, isolat yang telah diketahui identitasnya digunakan sebagai antigen untuk mengetahui luas penyebaran geografik, penyebaran pada spesies hewan yang lain dan pada manusia; dan d) arti ekonomi dan gambaran klinik serta patologi anatomi penyakit yang didasarkan pengamatan lapangan dan percobaan di laboratorium.
Bahan isolasi dari itik, burung nuri, burung pelikan dan manusia berasal dari Lampung, Jawa Barat, Bali dan Kalimantan Selatan; sedangkan sera itik ayam trah, ayam kampung, mentog, babi dan kuda berasal dari Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Lombok, Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung dan dari kota Semarang. Surabaya, Medan dan Palembang. Sera manusia diperoleh dari Dinas Kesehatan Kotamadya Bogor dan dari Namru-2 Jakarta.
Dari 24 bahan isolasi yang diperiksa berhasil diisolasi 21 isolat virus Influenza A, terdiri dari satu isolat berasal dari manusia, satu isolat dari burung nuri, satu isolat berasal dari burung pelikan, dan 18 isolat berasal dari itik. Penentuan bahwa isolat adalah virus Influenza A didasarkan atas reaksinya terhadap zat anti antigen M virus Influenza standar (A/NSW/Eq₁ dan Flu MP) dalam imuno difusi ganda, reaksi hemaglutinasi isolat virus yang tidak dihambat oleh zat anti virus Newcastle disease dan ditunjang oleh pemeriksaan ciri-ciri isolat, yakni bentuk pleomorf, mempunyai envelop penuh dengan paku-paku halus: berukuran 70-120 nm; mengadakan reaksi hemaglutinasi dengan butir darah merah unggas, mammalia dan kodok; dan peka terhadap ether. ...


