IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Veterinary Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Veterinary Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Suatu Perbandingan Performans Reproduksi dan Produksi antara Sapi Brahman, Peranakan Ongole dan Bali di Daerah Transmigrasi Batumarta Sumatera Selatan

      Thumbnail
      View/Open
      Abstract (289.9Kb)
      Full Text (7.234Mb)
      Postscript (2.693Mb)
      Bab I (372.4Kb)
      Bab II (1.468Mb)
      Bab III (970.4Kb)
      Bab IV (1.840Mb)
      Bab V (291.7Kb)
      Cover (940.2Kb)
      Daftar Pustaka (1.578Mb)
      Penutup (298.1Kb)
      Date
      1988
      Author
      Sutan, Suardi Muhammad
      Partodihardjo, Soebadi
      Martdjo, Harimurti
      Toelihere, Mozes Rupilu
      Gurnadi, R. Eddie
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pembinaan dan pengembangan peternakan di daerah transmigrasi bertujuan untuk (1) membantu transmigran dalam penyediaan sarana produksi pertanian dalam bentuk tenaga ternak besar dan pupuk kandang, (2) meningkatkan pendapatan petani transmigran dan sekaligus menciptakan lapangan kerja, (3) penyediaan bibit ternak untuk transmigran lainnya, dan (4) peningkatan populasi ternak dan produksi peternak-an nasional (Direktorat Jenderal Transmigrasi, 1981). Untuk menunjang maksud di atas pemerintah mendatangkan beberapa bangsa sapi ke daerah transmigrasi. Di daerah transmigrasi Batumarta telah didatangkan tiga macam bangsa sapi, yaitu Brahman, Peranakan Ongole (PO) dan Bali. Salah satu alasan mendatangkan lebih dari satu macam bangsa sapi mungkin karena belum ada pedoman untuk menempatkan bangsa sapi tertentu yang sesuai untuk suatu daerah tertentu. Setelah berada di Batumarta masing-masing dari ketiga bangsa sapi menampilkan kelebihan dan kekurangan, baik mengenai performans reproduksi maupun produksi. Bertitik tolak pada hal-hal tersebut di atas dan ditunjang oleh keadaan tatalaksana, makanan dan lingkungan yang sama maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk membandingkan performans reproduksi dan produksi antara ketiga bangsa sapi tersebut. Untuk tujuan di atas telah dilakukan pengamatan, pengumpulan informasi dan analisis terhadap bangsa sapi Brahman, PO dan Bali di daerah transmigrasi Batumarta, Sumate-ra Selatan, dari Oktober 1982 sampai Januari 1985. Parameter yang diukur adalah performans reproduksi dan produksi. Parameter performans reproduksi yang diamati meliputi¹): jarak siklus berahi (82; 86 dan 89 ekor), angka kebuntingan (conception rate, CR) (109; 106 dan 103 ekor), angka perkawinan (service per conception, S/C) (109; 106 dan 103 ekor), lama bunting (120; 127 dan 102 ekor), kematian foetus (267; 310 dan 180 ekor), jarak beranak (calving in-ternal) (56; 53 dan 57 ekor), panen anak (calf crop) (387; 371 dan 167 ekor) dan imbangan jenis kelamin anak (259; 300 dan 173 ekor). Selanjutnya juga dibandingkan hasil pengamatan tanggapan biologik sapi Brahman, PO dan Bali (61; 56 dan 60 ekor) yang mengalami hipofungsi ovarium terhadap penyuntikan 10 ml Potahormon, yang mengandung 62.5 mg progesteron. Terhadap jarak beranak dilakukan analisis hubungan antara jarak beranak dengan variabel-variabel yang mungkin mempengaruhinya yaitu: jarak waktu antara melahirkan dengan kawin pertama setelah melahirkan, angka perkawinan, lama bunting dan jenis kelamin anak. Parameter performans produksi yang diukur meliputi bobot lahir, bobot 60 hari, 120 hari dan 180 hari (saat disapih), kurva pertumbuhan kumulatif, pertambahan bobot badan harian dari lahir sampai disapih, dan hubungan antara bobot lahir dengan bobot sapih, dengan jumlah hewan yang diamati untuk semua parameter yang telah disebutkan adalah 40; 38 dan 38 ekor, kematian anak sampai saat disapih (259; 300 dan 173 ekor), dan kematian sapi dewasa (476; 422 dan 359 ekor). Kemudian juga dilakukan analisis dengan membandingkan bobot sapih total per 100 ekor induk per tahun dari masing-masing bangsa sapi. …
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1127
      Collections
      • DT - Veterinary Science [305]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository