Pengaruh Substitusi Fluor Terhadap Struktur, Sifat Listrik Dan Sifat Termal Senyawa Apatit
Abstract
Senyawa apatit yang sering digunakan di dunia kedokteran dan kedokteran gigi adalah hidroksiapatit dengan rumus kimia Ca10(PO4)6(OH)2. Fluor bisa mensubstitusi hidroksiapatit membentuk kristal dengan rumus Ca10(PO4)6(OH)2-xF2x, dengan nilai x menunjukkan jumlah indeks gugus hidroksil (OH-) yang diganti dengan ion fluor (F-). Komposisi unsur yang diperoleh dari karakterisasi spektroskopi serapan atom (Atomic Absorption Spectroscopy, AAS) cangkang telur sebesar 54.56%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi ion fluor pada hidroksiapatit terhadap sifat listrik dan kestabilan termal. Penelitian ini menggunakan metode hidrotermal yang dikarakterisasi dengan difraktometer sinar X (X-Ray diffractometer, XRD), spektroskopi inframerah transformasi Fourier (Fourier Transform Infrared Spectroscopy, FTIR), LCR meter serta Thermogravimetry Analysis (TGA) dan uji Differential Thermal Analysis (DTA). Hasil analisis dengan XRD dan FTIR menunjukan sampel yang diperoleh dalam bentuk hidroksiapatit, fluorhidroksiapatit dan fluorapatit yang ditunjukan pula dengan adanya gugus fungsi PO43-, CO32- dan mode librasi gugus OH- pada bilangan gelombang 740 cm-1. Terjadi penurunan parameter kisi a dan peningkatan ukuran kristal seiring dengan meningkatnya ion fluor yang mensubstitusi. Berdasarkan hasil karakterisasi sifat listrik dan termal, fluorapatit memiliki konduktivitas tertinggi dan kestabilan termal yang lebih baik jika dibandingkan dengan hidroksiapatit dan fluohidroksiapatit
