Show simple item record

dc.contributor.advisorTanudimadja, Kusmat
dc.contributor.advisorŞukra, Yuhara
dc.contributor.advisorS. Sastrohadinoto
dc.contributor.advisorD. Sastradipradja
dc.contributor.authorAdikara, R. Tatang Santanu
dc.date.accessioned2010-03-24T07:52:38Z
dc.date.available2010-03-24T07:52:38Z
dc.date.issued1988
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1121
dc.description.abstractTujuan penelitian adalah mengusahakan agar itik Alabio mampu berproduksi lebih awal jika dibandingkan dengan yang biasa terjadi secara alami. Tolok ukur yang diamati dalam penelitian ini adalah berat badan, berat ovarium, berat dan panjang saluran alat reproduksi, awal produksi, berat telur, tebal lapisan uterus, gambaran ultra struktur sel pinealosit dan kadar hormon melatonin dalam darah. Dalam penelitian ini dipakai itik Alabio betina umur tiga hari sebanyak 64 ekor yang didapatkan dari Balai Penelitian Ternak, Ciawi. Secara acak itik-itik tersebut ditempatkan dalam kandang individual dan diberi penyinaran tambahan dengan lampu neon. Perlakuan penyinar an terdiri atas dua faktor, yaitu lama penyinaran dan in tensitas cahaya yang masing-masing terdiri atas empat taraf, sehingga didapatkan 4x4 = 16 kombinasi perlakuan. Perlakuan penyinaran mulai diberikan pada itik berumur tiga hari hingga semua itik tersebut mulai bertelur atau sekitar 21 minggu. Hasil penelitian memberikan petunjuk bahwa lama penyinaran dan intensitas cahaya tidak memberi pengaruh nyata terhadap perbedaan berat badan, berat ovarium dan tebal lapisan serosa uterus (p>0,05). Intensitas caha ya tidak memberikan pengaruh nyata terhadap perbedaan berat telur, panjang saluran reproduksi, tebal lapisan mukosa dan tebal lapisan otot uterus (p>0,05). Lama penyinaran dan intensitas cahaya memberikan pengaruh nyata terhadap perbedaan berat saluran alat reproduksi, awal produksi telur dan kadar hormon melatonin dalam da rah (p<0,01). Lama penyinaran memberikan pengaruh nyata terhadap perbedaan berat telur, awal produksi, berat dan panjang saluran alat reproduksi, tebal lapisan mukosa dan otot uterus serta kadar hormon melatonin dalam darah (p<0,01). Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini ada lah dinyatakan bahwa cahaya dapat menghambat perkembangan dan aktivitas Glandula pinealis yang menyebabkan kadar hormon melatonin menurun, dan sebagai akibatnya alat reproduksi dirangsang lebih cepat berkembang dan mulai berfungsi. ...
dc.languageid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subject.ddcBiology
dc.titlePengaruh Pemberian Cahaya dan Peranan Glandula Pinealis terhadap Alat dan Daya Reproduksi Itik Alabio (Anas platyrynchos borneo)id
dc.typeDissertations
dc.subject.keywordItik Alabio
dc.subject.keywordPenyinaran Tambahan
dc.subject.keywordSistem Reproduksi
dc.subject.keywordHormon Melatonin


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record