Show simple item record

dc.contributor.advisorRustiadi, Ernan
dc.contributor.advisorBarus, Baba
dc.contributor.advisorJuanda, Bambang
dc.contributor.authorAmelia, Siska
dc.date.accessioned2022-06-28T23:51:46Z
dc.date.available2022-06-28T23:51:46Z
dc.date.issued2022-06
dc.identifier.citationInternational Journal of Sustainable Development and Planning (IJSDP) Volume 17 no. 1 Februari 2022 halaman 185-193id
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112199
dc.description.abstractKawasan strategis merupakan kawasan yang diprioritaskan pengembangannya dalam upaya percepatan pembangunan wilayah dengan memanfaatkan sumber daya lokal. “Koridor Barat-Timur” merupakan salah satu dari sebelas kawasan strategis provinsi di Sumatera Barat. “Koridor Barat-Timur” merupakan koridor yang mempunyai frekuensi perdagangan dan jasa tinggi, yang melewati Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. “Koridor Barat-Timur” mempunyai karakteristik dan tipologi yang berbeda satu dengan lainnya. Keragaman karakteristik dan tipologi tersebut menyebabkan strategi pengembangan pada setiap kawasan berbeda. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka penelitian ini dimaksudkan untuk melihat dan menganalisis karakteristik dan tipologi kawasan strategis ekonomi “Koridor Barat-Timur” serta strategi peningkatan investasi dan pengembangan “Koridor Barat-Timur”. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis interaksi wilayah kawasan strategis provinsi; 2) menganalisis keragaman karakteristik dan tipologi “Koridor Barat-Timur”; 3) menganalisis keragaman spasial faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan “Koridor Barat-Timur” berdasarkan variabel terikat Indeks Kecamatan Membangun, Indeks Fasilitas Pelayanan dan nilai investasi; dan 4) merekomendasikan strategi peningkatan investasi dan pengembangan “Koridor Barat-Timur”. Metode yang digunakan untuk menjawab tujuan satu adalah model gravitasi, tujuan dua model Principal Component Analysis (PCA) dan analisis clustering, tujuan tiga model Geographically Weighted Regression (GWR), dan tujuan empat analisis Analytic Network Process (ANP)-Technique for Order Preference by similarity to ideal solution (TOPSIS). Hasil analisis memperlihatkan “Koridor Barat-Timur” memiliki interaksi wilayah yang kuat, sehingga “Koridor Barat-Timur” memiliki peran yang cukup besar dalam pengembangan wilayah Provinsi Sumatera Barat. “Koridor Barat-Timur” memiliki keragaman karakteristik dan tipologi wilayah, terdiri dari perdagangan dan jasa wisata, pertanian, peternakan/ perikanan, dan pariwisata. Faktor peran perantau dan darat-pesisir terbukti berpengaruh signifikan terhadap Indeks Kecamatan Membangun (IKM). Faktor peran perantau dan LKAAM terbukti berpengaruh signifikan dalam Indeks Fasilitas Pelayanan (IFP). Faktor keamanan wilayah dan peran perantau terbukti berpengaruh signifikan terhadap nilai investasi. Strategi peningkatan investasi dan pengembangan “Koridor Barat-Timur” secara satu kesatuan untuk seluruh wilayah yang ada di “Koridor Barat-Timur” adalah a) pengembangan sumber daya manusia; b) meningkatkan keamanan wilayah dan mengatasi konflik lahan; c) peningkatan infrastruktur; d) meningkatkan promosi potensi daerah; e) meningkatkan keterlibatan perantau; serta f) meningkatkan peran dan keterlibatan LKAAM.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengembangan Kawasan Strategis Ekonomi Koridor Barat-Timur dan Implikasi Terhadap Strategi Investasi di Provinsi Sumatera Baratid
dc.title.alternativePengembangan Kawasan Strategis Ekonomi Koridor Barat-Timur dan Implikasi Terhadap Strategi Investasi di Provinsi Sumatera Baratid
dc.typeDissertationid
dc.subject.keywordekonomi wilayahid
dc.subject.keywordinteraksi wilayahid
dc.subject.keywordinvestasiid
dc.subject.keywordpengembangan wilayahid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record