| dc.description.abstract | Domba Garut terutama tipe tangkas terkenal dengan harganya yang relatif tinggi, karena selain gagah, juga memiliki performa perdagingan yang baik. Namun demikian, harga yang mahal pada saat ternak hidup, tidak selalu diiringi harga daging yang tinggi. Setelah dikonversi menjadi daging, harga daging domba tangkas sama saja dengan harga daging domba pada umumnya. Salah satu upaya terobosan meningkatkan nilai jual adalah melalui sertifikasi organik. Menurut SNI 01-6729-2016, prinsip umum yang digunakan pada produk peternakan organik, adalah hewan ternak yang dipelihara untuk produksi organik harus menjadi bagian integral dari unit usaha tani organik dan dikelola sesuai dengan kaidah-kaidah serta syarat dan ketentuan produk organik. Selain itu pengelolaannya harus berdasarkan prinsip kesejahteraan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status hematologi serta produk daging yang dihasilkan ternak yang dipelihara menurut prinsip pertanian organik. Selain itu, penelitian juga ditujukan untuk mengidentifikasi keragaman genetik kandidat marker DGAT1 terhadap karakteristik karkas dan daging domba. Tahapan penelitian I mencakup evaluasi status hematologi dan metabolit darah. Sedangkan tahap II adalah mengevaluasi kualitas produk yang dihasilkan terutama pada kualitas fisik daging serta potongan komersial karkas. Selanjutnya hasil produk dibandingkan dengan berbagai macam rumpun domba yang ada di Indonesia. Pendekatan ekspresi gen yang terkait dengan kualitas daging dan karkas diwakili oleh gen DGAT1. Pengaruh pemberian akses ruang terbuka pada ternak dalam prinsip pertanian organik tidak secara menyeluruh menjamin kesejahteraan ternak. Faktor dominasi serta faktor “x” lainnya perlu ditelaah lebih lanjut. Demikian juga mengenai pakan organik yang diberikan, perlu perbaikan dalam hal kuantitas maupun kualitas. Status Hematologik menunjukkan perbedaan yang nyata, namun semua perlakuan berada di kisaran bawah batas normal. Rasio N/L telah menunjukkan gejala stress. Metabolit darah menunjukkan Nilai trigliserida pada perlakuan exercise nyata lebih rendah dibanding perlakuan non exercise, sedangkan nilai kolesterol, HDL, LDL belum menunjukkan beda nyata. Produk daging yang dihasilkan tidak berbeda nyata antar perlakuan, baik keempukan, susut masak, daya menahan, warna daging dan warna lemak dengan pH ultimat daging mencapai 5.8. Hasil organoleptik menunjukkan daging yang dihasilkan lebih disukai konsumen terutama dalam hal rasa dan warna. Jika dibandingkan dengan rumpun lain, domba garut yang dipelihara dalam sistem organik ini juga menunjukkan hasil yang positif. Gen DGAT1 berasosiasi dengan bobot badan, bobot karkas dan potongan komersial, termasuk terhadap potongan dada, bagian tulang dan lemak subkutan. Genotipe CC dominan pada populasi domba Garut, domba ekor tipis dan domba ekor gemuk. Genotipe tipe TT tidak ditemukan dalam penelitian ini. Genotipe tipe CC ini yang memiliki pengaruh lebih tinggi dibanding Genotipe CT. | id |