| dc.contributor.advisor | Santoso, Nyoto | |
| dc.contributor.author | Meo, Lorenzo Elton | |
| dc.date.accessioned | 2022-05-25T00:21:29Z | |
| dc.date.available | 2022-05-25T00:21:29Z | |
| dc.date.issued | 2022-05-24 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111836 | |
| dc.description.abstract | Langur borneo adalah primata endemik pulau Kalimantan dikategorikan
terancam punah (critically endangered) oleh IUCN. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengidentifikasi karakteristik habitat, mengidentifikasi jenis dan
preferensi pakan, serta menganalisis ketersediaan pakan langur borneo. Penelitian
dilaksanakan di Resort Lupak Mawang, Taman Nasional Danau Sentarum pada
bulan Juli hingga Agustus 2021. Metode pengambilan data yang digunakan yaitu
pengamatan langsung dan wawancara, sedangkan metode analisis data
menggunakan vegetasi untuk menganalisis dan mendeskripsikan karakteristik
habitat. Hasil pengamatan menunjukan bahwa langur borneo menempati wilayah
dengan ketinggian 32-257 mdpl dan kemiringan lahan 24%-45%. Aktivitas harian
langur borneo lebih sering dilakukan pada strata tajuk C (4-18) m di hutan primer
dan campuran. Aktivitasnya dimulai pukul 05.00 hingga 17.30 yang ditandai
dengan vokalisasi. Langur borneo mengkonsumsi 27 jenis tumbuhan dari 16 famili.
Persentase bagian tumbuhan yang dimakan langur borneo yaitu daun 50%, buah
30%, dan biji 20%. Langur borneo memiliki preferensi terhadap buah gita susu
(Willunghbeia coriacea) yang berhabitus liana dengan persentase 36%. | id |
| dc.description.abstract | Bornean langur is a primate endemic to Borneo is categorized as critically
endangered by the IUCN Red List. Information on the population condition and
habitat of the bornean langur in Indonesia is still limited. The research was carried
out at the Lupak Mawang Resort, Danau Sentarum National Park from July to
August 2021. The data collection methods used were direct observation and
interviews. The vegetation analysis method was used to describe its habitat
characteristics. The observations shows that the bornean langur occupies an area
altitude of 32 – 257 meters above sea level and a land slope of 24%–45%. The daily
activities of the bornean langur are more often carried out in the C canopy strata of
(4-18 m) in primary dan mixed forest. The activity starts at 05.00 until 17.30 which
is marked by vocalization. The bornean langur consumed 27 species of plants from
16 families. The plant parts percentage eaten by the bornean langur are 50% leaves,
30% fruit, and 20% seeds. Bornean langur has a preference for gita milk fruit
(Willunghbeia coriacea) as liana habitus plant with a percentage of 36%. | id |
| dc.description.sponsorship | KEHATI - TFCA KALTENG | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Karakteristik Habitat dan Preferensi Pakan Langur Borneo (Presbytis chrysomelas ssp. cruciger Thomas 1892) di Resort Lupak Mawang,Taman Nasional Danau Sentarum | id |
| dc.title.alternative | Habitat Characteristics and Feed Preferences of Bornean Langur (Presbytis chrysomelas ssp. cruciger Thomas 1892) at the Lupak Mawang Resort, Danau Sentarum National Park | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| dc.subject.keyword | Langur borneo | id |
| dc.subject.keyword | Jenis tumbuhan pakan | id |
| dc.subject.keyword | Karakteristik habitat | id |