Pengaruh Ekstender dan Pengisi dalam Perekat Urea Formaldehida terhadap Daya Rekat Kalyu Lapis Meranti (Shorea spec.) dan Kapur (Dryobalanops spec.)

Date
1988Author
Sutigno, Paribroto
Widarmana, Sadan
C.G. Sarajar
A.A. Mattjik
Achmadi, Suminar S.
Metadata
Show full item recordAbstract
Industri kayu lapis di Indonesia umumnya menggunakan perekat urea formaldehida dan terigu sebagai ekstender. Walaupun terigu dibuat di Indonesia, tetapi bahan bakunya, yaitu gandum diimpor dari Amerika. Karena itu beberapa penelitian telah dilakukan dengan memakai bahan lain sebagai ekstender, seperti tepung tapioka, tepung gaplek dan campuran tepung tapioka dengan tepung terigu. Sebagai pengisi pernah dicoba tepung tempurung kelapa. Sebenarnya tepung mineral juga dapat berfungsi sebagai pengisi, misalnya tepung kaolin.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pemakaian campuran gaplek dengan terigu, kaolin dengan terigu, gaplek, tapioka dan kaolin sebagai ekstender/pengisi perekat urea formaldehida dalam pembuatan kayu lapis meranti dan kapur. Selain itu ingin diketahui pula pengaruh orientasi retak kupas terhadap keteguhan rekat kayu lapis dan hubungan antara beban putus dengan kerusakan kayu.
Beberapa sifat kayu dan venir diperiksa seperti kadar zat ekstraktif, keterbasahan dan kehalusan. Sifat perekat yang diperiksa antara lain kekentalan, tegangan permukaan dan kerja adhesi.
Komposisi perekat ada 7 macam dan untuk setiap macam komposisi di berupa rekat buat 3 macam kadar ekstender/pengisi yaitu 20%, 60% dan 100% dari berat resin padat urea formaldehida. Kayu lapis yang dibuat tripleks berukuran 20 cm x 20 cm dengan 4 ulangan. Keteguhan kayu lapis diuji menurut standar Indonesia, Jepang dan Jerman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat keterbasahan kapur lebih baik daripada meranti. Laju kenaikan kekentalan ramuan perekat setelah ditambah dengan ekstender/pengisi berbeda-beda. Yang terendah terdapat pada pemakaian kaolin dan yang tertinggi terdapat pada pemakaian campuran gaplek dengan terigu (1:1). Karena itu penambahan air pada ramuan perekat tidak selalu sama untuk setiap komposisi agar kekentalan maksimumnya di sekitar 10 Poise.
Keteguhan rekat kayu lapis makin menurun dengan bertambah banyak-nya pemakaian ekstender/pengisi. Macam ekstender/pengisi tidak. berpengaruh nyata terhadap keteguhan rekat kayu lapis. Pengaruh jenis hanya nyata pada pengujian menurut standar Jerman saja, yaitu guhan rekat kayu lapis kapur yang dinyatakan dalam beban putus tinggi daripada meranti. Kadar ekstender/pengisi maksimum yang masih kayu kete-lebih memenuhi persyaratan berdasarkan perhitungan rata-rata adalah 55,3% untuk standar Indonesia, 79,4% untuk standar Jepang dan 40,7% untuk standar Jerman. Nilai ini berdasarkan berat resin padat. Bila berda-sarkan berat resin urea formaldehida cair, nilainya berturut-turut 27,7%, 39,7% dan 20,4%. ...
Collections
- DT - Forestry [361]

