Show simple item record

dc.contributor.advisorNatasasmita, Asikin
dc.contributor.advisorMartojo, Harimoerti
dc.contributor.advisorToelihere, Mozes R.
dc.contributor.advisorGurnadi, Eddie
dc.contributor.advisorMudikdjo, Kooswardhono
dc.contributor.authorUsri, Nasipan
dc.date.accessioned2010-03-24T07:46:20Z
dc.date.available2010-03-24T07:46:20Z
dc.date.issued1988
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1116
dc.description.abstractPengaruh frekuensi bekerja terhadap penampilan produksi dan reproduksi sapi Peranakan Ongole telah disinggung oleh beberapa ahli peternakan dan kedokteran hewan. Namun demikian, sorotan mereka lebih banyak bersifat kualitatif dari pada kuantitatif. Sehubungan dengan itu penulis mencoba meneliti pengaruh frekuensi bekerja terhadap penampilan produksi dan reproduksi Peranakan Ongole. sapi Penelitian ini dibagi menjadi 2 tahap. Penelitian pertama dilakukan di daerah transmigrasi dari 1 Januari 1986 sampai 1 Maret 1986 dengan maksud untuk mempelajari perkembangan populasi, kemampuan reproduksi dan frekuensi bekerja sapi Peranakan Ongole di daerah transmigrasi. Penelitian kedua dilakukan secara eksperimental di Balai Benih Utama Cimangkok, Sukabumi sejak 4 Maret 1986 sampai 30 Agustus 1987 untuk mempelajari pengaruh frekuensi bekerja terhadap penampilan produksi dan reproduksi. Peubah produksi meliputi pertambahan bobot badan/hari, konsumsi yang menjadi fokus pengamatan pakan keefisienan penggunaan pakan, biaya pakan/ekor/hari, konsumsi peair, produksi tinja, penyebaran defekasi, nyebaran urinasi dan produksi tenaga. Peubah reproduksi yang dianati terdiri atas gejala berahi, lama berahi, siklus berahi, berahi kenbali setelah beranak, angka kebuntingan, lama bunting, angka kelahiran dan bobot lahir pedet. Penelitian pertama dilakukan dengan metoda studi lahan kasus di Desa Pajarasri sebagai wakil pertanian kering dan Desa Karangendah sebagai wakil pertanian sawah. Kedua Desa tersebut terletak di Kecamatan Terbanggibesar, Kabupaten Lampung Tengah. Pemilihan responden dalan penelitian ini dilakukan dengan "Multiple Stage Sampling". Dari masing-masing desa contoh diambil 25 responden. Penelitian kedua mempergunakan 24 ekor Sapi Peranakan Ongole dara yang seragam bobot badannya dan 2 ekor sapi jantan yang berfungsi sebagai pejantan pengusik. Rancangan percobaan yang dipilih ialah rancangan acak lengkap (Completely Randomized Design). ...
dc.languageid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subject.ddcAnimal husbandry
dc.titleFrekuensi bekerja sapi peranakan ongole asal daerah transmigrasi serta pengaruhnya terhadap penampilan produksi dan reproduksiid
dc.typeDissertations
dc.subject.keywordSapi Peranakan Ongole
dc.subject.keywordFrekuensi Kerja
dc.subject.keywordPenampilan Produksi
dc.subject.keywordPenampilan Reproduksi


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record