Penggunaan Garam Portifikasi untuk Menanggulangi Masalah Kurang Vitamin A

Date
1982Author
Husaini
Djojosoebagio, Soewondo
F.G. Winarno
Barizi
Karyadi, Darwin
Metadata
Show full item recordAbstract
Masalah Kurang Vitamin A (KVA) merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Sebanyak 15 propinsi di Indonesia adalah daerah rawan xerophthalmia. Lebih dari 60 000 anak menderita kerusakan pada kornea mata setiap tahun, dan kira-kira dari jumlah tersebut menjadi buta. Sebanyak 1 250 000 anak menderita xerophthalmia non kornea, dan diperkirakan 15 juta anak di Indonesia tidak cukup mengkonsumsi vitamin A setiap hari. Oleh karena itu diperlukan program perbaikan yang nyata.
Cara penanganan KVA yang dianggap berhasil ialah dengan pemberian kapsul dengan dosis 200 000 SI vitamin A dan 40 SI vitamin E, dua kali dalam setahun. Harga kapsul relatif murah, tetapi biaya operasionil mahal. Diperlukan pula partisipasi masyarakat yang luas, dan cakupan yang lebih menyeluruh. Karena itu pelaksanaannya mengalami beberapa hambatan.
Cara penanganan KVA lainnya ialah dengan meningkatkan konsumsi vitamin A. Hal ini akan berhasil baik, bila disertai dengan pendidikan gizi dan kesehatan, pendidikan pertanian, serta peningkatan sosial-ekonomi. Tetapi cara ini memerlukan waktu panjang. Karena itu disamping cara tersebut diatas dijalankan, dicari pula cara lain yang praktis sesuai dengan kondisi dan situasi di Indonesia, yaitu dengan fortifikasi vitamin A kedalam bahan makanan tertentu. ...

