Show simple item record

Response of Maize Varieties and Soybean to Several Cultivation Pattern under Saturated Soil

dc.contributor.advisorGhulamahdi, Munif
dc.contributor.advisorSuwarno, Willy Bayuardi
dc.contributor.advisorMelati, Maya
dc.contributor.authorSari, Siti Hapita
dc.date.accessioned2022-03-10T13:33:08Z
dc.date.available2022-03-10T13:33:08Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111337
dc.description.abstractJagung merupakan salah satu komoditi penting untuk pangan, pakan, dan industri. Meningkatnya laju pertumbuhan penduduk mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian dikarenakan alih fungsi lahan untuk kepentingan non-pertanian. Hal ini mendorong inovasi sistem budidaya termasuk pola tanam tumpangsari. Kedelai merupakan tanaman yang dapat ditumpangsarikan dengan jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pola tanam tumpangsari dan varietas jagung yang paling baik yang dapat digunakan pada budidaya jenuh air di lahan sawah. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Sawah Baru. IPB, November 2018- Februari 2019, menggunakan rancangan petak terbagi dengan tiga ulangan. Petak utama yaitu pola tanam yang terdiri atas monokultur, tumpangsari baris tunggal jagung, tumpangsari baris ganda jagung, dan tumpangsari tiga baris jagung. Anak petak yaitu varietas yang terdiri atas Sukmaraga, Bima 19, dan BISI 2. Hasil penelitian menunjukan bahwa produktivitas tanaman jagung dan kedelai dipengaruhi oleh interaksi antar pola tanam dan varietas. Pada tanaman jagung produktivitas tertinggi terdapat pada sistem tumpangsari dua baris jagung dengan varietas jagung BISI 2 (7.33 ton ha-1), dan pada produktivitas kedelai terdapat pada sistem tumpangsari 1 baris jagung dengan varietas BISI 2 (2.16 ton ha-1). Pengaruh iklim mikro pada berbagai pola tanam dengan produktivitas pada penelitian sangat kecil karena jarak antar perlakuan sempit. Penggunaan berbagai pola tanam tumpangsari secara analisis usahatani layak digunakan dan nilai B/C lebih dari 1. Nisbah kesetaraan lahan (NKL) pada semua perlakuan, kecuali tumpang sari 1 baris dengan varietas Bima 19, lebih dari 1. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan pola tanam tumpangsari dapat meningkatkan produktivitas lahan. NKL tertinggi terdapat pada sistem pola tanam tumpangsari 2 baris jagung dengan varietas BISI 2 (1.43) dan sistem pola tanam tumpangsari 3 baris jagung varietas BISI 2 (1.43). Penggunaan tumpangsari dengan pengaplikasian jarak tanam yang rapat dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan pendapatan petani jika pengaruh kompetisi yang besar antar tanaman dapat dihindari.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleRespon Varietas Jagung dan Kedelai terhadap Berbagai Pola Tanam pada Budidaya Jenuh Airid
dc.titleResponse of Maize Varieties and Soybean to Several Cultivation Pattern under Saturated Soil
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordcropping systemid
dc.subject.keywordintercroppingid
dc.subject.keywordland equivalent ratioid
dc.subject.keywordplanting distanceid
dc.subject.keywordproductivityid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record