IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Forestry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Forestry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pertumbuhan Sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W. Grimes) dan Produktivitas Padi Gogo Tahan Naungan dalam Sistem Agroforestr

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (352.3Kb)
      Fullteks (915.6Kb)
      Lampiran (229.9Kb)
      Date
      2022-02
      Author
      Tsaniya, Sahida Haurani
      Wijayanto, Nurheni
      Wirnas, Desta
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Agroforestri merupakan suatu sistem pemanfaatan lahan yang dilakukan secara berkelanjutan dengan mengkombinasikan tanaman berkayu dan tanaman pertanian pada suatu lahan yang sama. Sengon merupakan tanaman yang banyak dipilih oleh masyarakat untuk ditanam di lahan hutan rakyat dalam sistem agroforestri. Selain sengon lokal yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia, masyarakat mulai melakukan budidaya sengon Solomon. Pemanfaatan ruang tumbuh di bawah tegakan sengon umumnya dilakukan secara tumpangsari dengan tanaman pangan, seperti padi gogo. Sistem agroforestri merupakan bentuk ekstensifikasi pertanian dengan cara memanfaatkan lahan yang ada di antara tegakan pohon sengon sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan nasional. Penelitian tentang budidaya sengon dan padi gogo dalam sistem agroforestri pada saat sengon masih muda sudah banyak dilakukan. Sengon pada penelitian ini berumur dua tahun sehingga memiliki tajuk yang lebih lebar dan rapat sehingga menciptakan naungan yang lebih berat bagi padi. Oleh karena itu, pada penelitian ini dipilih padi varietas Rindang 1 Agritan dan Rindang 2 Agritan untuk ditanam di bawah tegakan sengon umur 2 tahun. Keduanya merupakan varietas yang dikembangkan dengan keunggulan toleran terhadap naungan. Selain itu, bertambahnya umur sengon juga menyebabkan perakarannya semakin berkembang. Akar sengon ini secara tidak langsung menyerap nutrisi yang diberikan untuk padi sehingga meningkatkan persaingan antar akar sengon dan padi. Hal ini terjadi karena sengon dan padi tumbuh di area yang sama. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan uji coba penanaman padi di dalam bambu yang dibenamkan ke dalam tanah secara vertikal sebagai pembatas antara akar sengon dan akar padi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertumbuhan berbagai provenan sengon, yaitu sengon Solomon F1, Solomon F2 dan lokal Kendal dalam sistem agroforestri. Selain itu, uji coba penanaman padi gogo Rindang 1 Agritan dan Rindang 2 Agritan di bawah tegakan berbagai provenan sengon berumur 2 tahun perlu dilakukan untuk mengetahui ketahanannya terhadap naungan dan interaksinya dengan sengon. Percobaan ini juga dilakukan untuk mengetahui keefektifan penggunaan bambu untuk mengurangi kompetisi antar akar sengon dan padi. Pertumbuhan sengon Solomon F1, sengon Solomon F2 dan sengon lokal Kendal dalam sistem agroforestri tidak memiliki perbedaan nyata. Pertumbuhan berbagai provenan sengon yang tidak berbeda nyata berhubungan dengan rendahnya keragaman genetik dan heritabilitas populasi sengon pada lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan sistem budidaya dan metode tanam memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan produktif dan panjang malai tanaman padi, sedangkan varietas padi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, bobot gabah isi, dan produktivitas padi. Padi yang dibudidayakan secara monokultur memiliki karakter pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan padi yang ditanam di bawah tegakan sengon. Sementara itu, pertumbuhan padi terendah adalah padi pada agroforestri sengon Solomon F2. Padi yang ditanam tanpa menggunakan bambu memiliki pertumbuhan yang lebih tinggi. Padi yang dibudidayakan di bawah tegakan sengon umur dua tahun memiliki pertumbuhan dan produktivitas yang rendah, namun padi Rindang 1 Agritan memiliki kemampuan tumbuh yang lebih baik dibandingkan Rindang 2 Agritan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111285
      Collections
      • MT - Forestry [1541]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository