Sistem Pemasaran dan Pengelolaan Tembakau Besuki Na-Oogat

Date
1988Author
Santoso, Kabul
Baharsyah, Sjarifuddin
Kasryno, Faisal
Saragih, Bungaran
C.G. Swenson
Wiroatmodjo, Joedojono
Metadata
Show full item recordAbstract
Permasalahan pokok dalam studi ini, yaitu: (1) Bagaimana prospek permintaan Tembakau Bes/No dalam rangka meningkatkan devisa negara; (2) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi keputusan petani untuk menanam Tembakau Bes/No; (3) Bagaimana strategi pemasaran Tembakau Bes/No guna memaksimumkan penerimaan seluruh pasar dengan tingkat produksi yang ada dalam jangka panjang; (4) Apakah cara pemasaran yang dilakukan oleh Pasar Lelang menguntungkan eksportir dan efektif.
Tujuan studi ini adalah untuk mempelajari berbagai aspek yang dapat mempengaruhi prospek permintaan dan suplai komoditi Tembakau Bes/No, disamping usaha mempelajari keber-adaan Pasar Lelang. Secara terinci tujuan tersebut meliputi (1) Untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pada berbagai pasar Tembakau Bes/No menurut kualitas dan memperhitungkan prospeknya; (2) Untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi respon petani dalam memilih alternatif areal produksi Tembakau Bes/No; (3) Untuk mempelajari strategi pemasaran Tembakau Bes/No dalam memaksimumkan penerimaan seluruh pasar, utamanya Pasar Lelang; (4) Untuk mempelajari peranan institusi pemasaran Tembakau Bes/No dalam usaha meningkatkan keuntungan eksportir dan mempelajari efektifitas pemasaran.
Studi ini diharapkan dapat menyusun suatu kerangka pikir yang menyeluruh dalam usaha pemecahan masalah pengembangan komoditi Tembakau Bes/No dan keberadaan Pasar Lelang.
Dalam kajian ini penelaahan struktur pasar secara simultan tidak dapat dilakukan, karena (a) tidak tersedianya data yang cukup (misalnya: persediaan awal, persediaan akhir, jumlah barang yang hilang dan lain-lainnya pada komponen suplai); (b) ada tenggang waktu antara penjualan di dalam negeri dengan penjualan di luar negeri, sehingga harga tidak dapat bertemu pada titik (saat yang sama) harga keseimbangan. Oleh karena itu analisis akan dilakukan secara parsial, yaitu: (1) analisis permintaan dan (2) analisis respon areal produksi sebagai proksi suplai Tembakau Bes/No.
Seluruh hasil produksi Tembakau Bes/No dipasarkan untuk ekspor sebagai bahan baku cerutu besar, cerutu cigarollo, maupun sebagai tembakau hisap atau tembakau kunyah. Pemasarannya dilakukan bersama-sama dengan tembakau Deli dan tembakau Vorstenland dalam Sistem Pemasaran Sentral di Bremen, baik secara lelang maupun secara langsung.
Di dalam pemasaran tembakau, kualitas memegang peranan penting. Kualitas Tembakau Bes/No yang akan dipasarkan, standardisasinya ditentukan sebelum barang tersebut dikirim ke Pasar Lelang. Kualitas tembakau yang telah distandardisasi di Indonesia contohnya masih diuji lagi oleh pedagang di Pasar Lelang untuk disesuaikan dengan kebutuhan mereka. …

