Show simple item record

dc.contributor.advisorBatubara, Irmanida
dc.contributor.advisorSuparto, Irma Herawati
dc.contributor.authorYani, Veby Tri
dc.date.accessioned2022-02-04T02:51:14Z
dc.date.available2022-02-04T02:51:14Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/110999
dc.description.abstractBeberapa tumbuhan Asteraceae telah dilaporkan memiliki kandungan fitokimia yang umumnya digunakan sebagai bahan campuran obat. Famili ini telah terbukti memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antioksidan, antiplasmodium, antiglikasi, antiinflamasi, antimelanogenesis, dan aktivitas lainnya. Namun penelitian mengenai pemanfaatan tumbuhan Asteraceae sebagai agen inhibitor tirosinase masih jarang diteliti. Aktivitas inhobitor tirosinase berkaitan erat dengan proses melanogenesis. Melanogenesis adalah proses pembentukan melanin yang bertanggungjawab dalam pemberian pigmen pada kulit dan rambut. Proses pembentukan melanin ini dapat dihambat salah satunya dengan cara menghambat aktivitas enzim tirosinase dengan substrat sehingga melanin tidak terbentuk. Tumbuhan Adenostemma lavenia dari famili Asteraceae telah dilaporkan mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, alkaloid, dan terpenoid dengan aktivitas antimelanogenesis. Tumbuhan dengan famili yang sama diharapkan memiliki kandungan senyawa metabolit dan aktivitas yang sama. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan menyeleksi fraksi teraktif spesies Asteraceae sebagai inhibitor tirosinase dan menduga senyawa aktif yang berperan di dalamnya. Semua sampel yang akan diuji diekstraksi mengunakan pelarut air. Filtrat yang dihasilkan sebagian difraksinasi menggunakan kloroform sehingga diperoleh ekstrak air, fraksi air, dan fraksi kloroform. Setiap ekstrak dan fraksi masing-masing tumbuhan ditentukan aktivitas inhibitor tirosinasenya menggunakan microplate reader (ELISA) dengan L-DOPA sebagai substrat. Penentuan dugaan senyawa aktif dari tumbuhan dengan fraksi terbaik dilakukan melalui uji fitokimia kualitatif dan LC-MS/MS. Fraksi air tumbuhan Thitonia diversifolia memberikan aktivitas terbaik dari semua sampel yang diuji dengan nilai IC50 yang paling kecil. Uji fitokimia kualitatif menunjukkan bahwa T. diversifolia hanya mengandung senyawa golongan flavonoid. Total flavonoid yang terkandung dalam ekstrak air T. diversifolia lebih besar dibandingkan fraksi airnya. Hasil analisis menggunakan LC-MS/MS menunjukkan senyawa aktif yang mendominasi fraksi air T. diversifolia adalah trigonellin (waktu retensi 1,70 menit) dari golongan senyawa alkaloid dan 4 senyawa lainnya yang belum diketahui nama dan strukturnya. Perbedaan hasil antara analisis kualitatif dan LC-MS/MS dapat disebabkan oleh limit deteksi dari kedua pengukuran. Jadi, dari 12 spesies Asteraceae yang memiliki aktivitas inhibitor tirosinase, fraksi air Tithonia diversifolia merupakan fraksi teraktif dengan dugaan senyawa aktifnya adalah trigonelline, beserta turunan alkaloid dan flavonoid lainnya.id
dc.description.sponsorshipProf. Dr. Irmanida Batubara, S.Si., M.Si.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSeleksi Ekstrak dan Fraksi Spesies Asteraceae sebagai Inhibitor Tirosinase serta Dugaan Senyawa Aktifnya.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordaktivitas inhibitor tirosinaseid
dc.subject.keywordasteraceaeid
dc.subject.keywordkomponen aktifid
dc.subject.keywordTithonia diversifoliaid
dc.subject.keywordtrigonellinid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record