Show simple item record

dc.contributor.advisorKusrini, Mirza Dikari
dc.contributor.advisorMardiastuti, Ani
dc.contributor.authorHasan, Galih Mohamad
dc.date.accessioned2022-01-18T00:23:27Z
dc.date.available2022-01-18T00:23:27Z
dc.date.issued2022-01
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/110657
dc.description.abstractKodok merah (L. cruentata) merupakan salah satu jenis katak yang dianggap populasinya terus menurun selama 40 tahun terakhir. Monitoring kelimpahan dan kualitas habitat spesies ini harus terus dilakukan. Tujuan dari penelitian ini menduga kelimpahan dan mengidentifikasi mikrohabitat kodok merah serta katak jenis lainnya. Penelitian ini dilakukan di 6 lokasi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pada Resort Cibodas, Tegallega, dan Cisarua dengan menggunakan metode perjumpaan langsung yang dikombinasikan dengan transek sampling. Kelimpahan paling tinggi kodok merah dijumpai di Curug Pariuk dengan kelimpahan per 100 m sebanyak 22,7 ± 23,6 ind/100 m. Kodok merah dapat hidup di sungai beraliran lambat dan deras. Salah satunya yaitu Curug Pariuk yang memiliki karakteristik curug berarus deras (50-100 cm/dtk), tutupan kanopi rapat (61-80%) sampai sangat rapat (81-100%), serta minim aktivitas manusia. Selain itu, kodok merah juga ditemukan di aliran sungai lambat seperti di Curug Ceret, Curug Cibeureum, Rawa Gayonggong, dan Sungai Jajaway. Selama penelitian berlangsung ditemukan 9 jenis katak yang menempati habitat yang sama dengan kodok merah.id
dc.description.abstractThe population of bleeding toad (L. cruentata) is considered to continuously decline over the last 40 years. Therefor, monitoring the abundance and quality of the habitat of this species should be done regularly. The purpose of this study was to estimate abundance and identify the microhabitat of bleeding toads and other frogs. This research was conducted in 6 locations in Gunung Gede Pangrango National Park at Resorts Cibodas, Tegallega, and Cisarua using the visual encounter survey method combined with transect sampling. The highest abundance of bleeding toad (L. cruentata) was found in Pariuk waterfall with an abundance per 100 m of 22,7 ± 23,6 ind. Bleeding toads can live in slow and fast flowing rivers. One of them is Pariuk waterfall which has the characteristics of a waterfall with a fast current (50-100 cm/sec), dense canopy cover (61-80%) to very dense (81-100%), and minimal human activity. In addition, bleeding frogs are also found in slow river flows such as Ceret Waterfall, Cibeureum Waterfall, Rawa Gayonggong, and the Jajaway River. During the research, 9 species of frogs were found that occupy the same habitat as the bleeding toad.id
dc.description.sponsorshipIbu Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKelimpahan Kodok Merah (Leptophryne cruentata Tschudi, 1838) di Resort Cibodas, Tegallega, dan Cisarua, Taman Nasional Gunung Gede Pangrangoid
dc.title.alternativeAbundance of Bleeding Frog (Leptophryne cruentata) at Cibodas, Tegallega, and Cisarua Resorts, Gunung Gede Pangrango National Parkid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordKelimpahanid
dc.subject.keywordKodok merahid
dc.subject.keywordmikrohabitatid
dc.subject.keywordPenurunan populasiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record