Show simple item record

dc.contributor.advisorHadjib, Ahmad
dc.contributor.advisorRusolono, Teddy
dc.contributor.authorRadiardi, Irwan
dc.date.accessioned2010-05-04T06:53:32Z
dc.date.available2010-05-04T06:53:32Z
dc.date.issued2008
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/11022
dc.description.abstractKegiatan penebangan di hutan hujan tropis saat ini memiliki citra yang buruk dalam pandangan publik. Hal ini disebabkan karena dampak yang diakibatkan, yang dipandang sebagai perusak hutan. Banyak upaya untuk mengurangi dampak dari penebangan salah satunya adalah dengan menerapkan sitem silvikultur yang tepat guna seperti silvikultur intensif yang sekarang coba diterapkan pada hutan alam sekunder. Dengan penurunan limit diameter pohon yang ditebang diharapkan mampu memperoleh kelestarian fungsi hutan produksi, peningkatan produksi (kayu) maupun dalam hubungannya dengan revitalisasi industri kayu dari sisi pemenuhan bahan baku yang memadai dan berkesinambungan. Untuk mengetahui sejauh mana dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan penebangan dengan sistem silvikultur intensif khususnya pada komposisi dan struktur tegakan maka dilakukan penelitian ini.
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleEvaluasi Tegakan Tinggal Pasca Penebangan pada Areal Hutan yang Menggunakan Sistem Silvikultur Intensif (Silin) (Kasus di Konsesi Hutan PT. Sarmiento Parakantja Timber, Kalimantan Tengah)id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record