Show simple item record

dc.contributor.advisorBaskoro, Dwi Putro Tejo
dc.contributor.advisorAnwar, Syaiful
dc.contributor.advisorPulunggono, Heru Bagus
dc.contributor.authorLutfi, M Wasilul
dc.date.accessioned2021-12-18T06:36:45Z
dc.date.available2021-12-18T06:36:45Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/110228
dc.description.abstractTanah gambut memiliki porositas serta kandungan air yang tinggi sehingga menyebabkan tanah gambut mudah mengalami pemadatan. Pemadatan tersebut berakibat pada terjadinya penurunan permukaan tanah yang disebut subsiden. Subsiden adalah fenomena yang pasti terjadi pada lahan gambut yang pemanfaatannya mensyaratkan drainase seperti pemanfaatan sebagai lahan pertanian. Subsiden pada lahan gambut alami yang didrainase pada awalnya terjadi terutama akibat konsolidasi dan kemudian kompaksi material gambut. Pada tahap selanjutnya, subsiden juga diakibatkan oleh teroksidasinya material gambut khususnya yang berada di atas muka air tanah. Subsiden merupakan permasalahan penting pada pemanfaatan lahan gambut yang harus menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan menetapkan laju subsiden pada tanaman kelapa sawit dan semak, menetapkan komponen kompaksi dan konsolidasi dari subsiden, menetapkan emisi yang dihasilkan dari data subsiden, dan menetapkan rasio emisi terhadap subsiden dari data sekunder. Penelitian ini terdiri atas dua percobaan utama yang dilaksanakan pada bulan Januari 2020 sampai Januari 2021. Pengambilan sampel tanah dilakukan di lahan gambut pada perkebunan kelapa sawit PT Kimia Tirta Utama Kabupaten Siak Provinsi Riau. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, IPB. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan, dimana pada penelitian sebelumnya pengukuran subsiden pada tiga blok dengan tutupan lahan kelapa sawit dengan tingkat umur yang berbeda, dan pada penelitian ini menambahkan blok tutupan lahan semak belukar sebagai pembanding dalam kondisi alami dan mengidenfikasi komponen kompaksi dan konsolidasi dari subsiden. Penentuan komponen subsiden dilakukan dengan pemasangan stik horizontal pada dinding profil gambut pada setiap 10 cm dari permukaan tanah sampai kedalaman 1 meter. Analisis data penentuan komponen kompaksi dan konsolidasi dilakukan dengan mengamati dan melihat pebedaan perubahan jarak strik horizontal di atas dan di bawah TMAT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada gambut lokasi penelitian, nilai berat isi dan kadar C-organik semakin tinggi dengan bertambahnya kedalaman, sedangkan kadar abu semakin rendah. Tinggi muka air tanah pada blok tutupan lahan semak (L1) menunjukkan nilai lebih rendah dibandingkan dengan blok tutupan lahan kelapa sawit, sementara laju subsiden blok tutupan semak belukar menunjukkan nilai lebih tinggi. Laju subsiden pada tahun 2020 lebih rendah dibandingkan laju subsiden di tahun 2019 akibat adanya fenomena bouncing back atau pengembangan kembali akibat material gambut terisi kembali oleh air sehingga laju subsiden menurun. Hasil analsisis komponen subsiden menunjukkan bahwa konsolidasi lebih dominan (berkontribusi lebih besar) dibandingkan kompaksi walaupun lahan gambut dengan penggunaan lahan perkebunan kelapa sawit sudah didrainase selama10-20 tahun. Emisi CO2 potensial dari data subsiden pada perkebunan kelapa sawit dengan sistem drainasenya terkendali menjadikan laju subsiden dinamis. Dikarenakan adanya boucing back, maka penghitungan emisi potensial dari data subsiden menjadi lemah atau tidak handal. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan kembali dalam penggunaan data subsiden untuk perhitungan emisi. Rasio emisi terhadap subsiden menunjukkan nilai yang melebihi 100%, sehingga rasio emisi tidak bisa ditetapkan. Hubungan subsiden dengan tinggi muka air, kadar serat, dan kedalaman gambut menunjukkan hubungan yang erat, sedangkan dengan berat isi memiliki hubungan yang lemah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcCO2 emissions, subsidence rates, component subsidence, ratio emissionid
dc.titleSubsiden Tanah Gambut dan Hubunganya dengan Emisi pada Perkebunan Kelapa Sawit.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordCO2 emissionsid
dc.subject.keywordsubsidence ratesid
dc.subject.keywordcomponent subsidenceid
dc.subject.keywordratio emissionid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record