| dc.description.abstract | Beras merupakan makanan utama sebagian besar penduduk di Benua Asia,
termasuk Indonesia. Penurunan produksi padi salah satunya dipengaruhi oleh
penyakit tanaman. Penyakit tanaman dapat menyerang pada berbagai fase
tanaman. Penelitian bertujuan mempelajari hubungan teknik budi daya yang
diterapkan petani terhadap keparahan penyakit penting padi di Kecamatan
Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap. Data diperoleh dari wawancara langsung
dengan kuisioner terstruktur kepada petani dan pengamatan insidensi serta
keparahan penyakit di lapangan. Pengolahan data dilakukan dengan metode
statistika analisis tabulasi silang dan uji chi-square. Hawar daun bakteri (HDB)
menjadi penyakit utama pada fase vegetatif, diikuti oleh blas, kemudian bercak
coklat sempit. HDB masih menjadi penyakit utama pada fase generatif, diikuti
bercak coklat sempit, lalu blas. Keparahan ketiga penyakit tersebut meningkat dari
fase vegetatif ke fase generatif. Frekuensi penggunaan pestisida dan metode
pengendalian gulma berhubungan dengan keparahan penyakit HDB. Aplikasi
herbisida sebagai metode pengendalian gulma membuat keparahan penyakit HDB
semakin besar. Varietas, dosis pupuk nitrogen dan rotasi tanam berhubungan
dengan keparahan penyakit blas. Pemakaian pupuk N yang berlebihan
mengakibatkan keparahan penyakit blas semakin besar. | id |