Show simple item record

dc.contributor.advisorBarus, Baba
dc.contributor.advisorKosmaryandi, Nandi
dc.contributor.authorIrawanata, M Habibi Yadi
dc.date.accessioned2021-11-01T06:20:33Z
dc.date.available2021-11-01T06:20:33Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/109772
dc.description.abstractPemerintah pusat menetapkan Kabupaten Banyuwangi sebagai daerah potensial dan prioritas pengembangan pariwisata yang salah satunya menetapkan kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) sebagai Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN). Berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pedoman Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pariwisata maka penetapan suatu kawasan menjadi daya tarik wisata dapat memberikan manfaat dan keterkaitan terhadap wilayah sekitarnya. Desa penyangga TNAP yang merupakan wilayah di sekitar pusat kegiatan pariwisata TNAP menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan kegiatan pariwisata. Desa penyangga TNAP dengan potensi yang dimilikinya seperti keunikan, keindahan alam, budaya, potensi pertanian dan potensi ekonomi lainnya dapat memperkuat pengembangan kegiatan pariwisata yang ada dan mendukung program pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata yang dapat dikembangkan di desa penyangga TNAP, menganalisis persepsi masyarakat dan persepsi wisatawan terhadap pengembangan wisata, mengidentifikasi komoditas unggulan desa penyangga, mengidentifikasi tingkat perkembangan desa penyangga TNAP dan menyusun arahan pengembangan desa penyangga TNAP. Metode penelitian yang digunakan untuk analisis potensi wisata yaitu modifikasi pedoman penentuan objek daya tarik wisata Dirjen PHKA (2003), analisis persepsi masyarakat dan wisatawan menggunakan skala Likert, analisis komoditas unggulan menggunakan analisis LQ dan PPW, analisis tingkat perkembangan desa penyangga menggunakan skalogram dan arahan pengembangan desa penyangga menggunakan analisis deskriptif. Potensi objek wisata di desa penyangga TNAP yang potensial dikembangkan berada di 4 desa meliputi Desa Grajagan, Sumberasri, Kedungasri dan Wringinputih. Jenis wisata yang potensial dikembangan yaitu wisata alam, wisata pantai, wisata religi dan wisata budaya. Pengembangan wisata di desa penyangga diarahkan mendukung dan meningkatkan daya saing KPPN TNAP. Masyarakat setuju terhadap pengembangan wisata dan masyarakat ingin dilibatkan dalam pengembangan dan pengelolaan wisata namun tingkat kesiapan masyarakat masih belum cukup, sedangkan persepsi wisatawan menunjukkan, wisatawan merasa komponen wisata seperti fasilitas penunjang wisata dan daya tarik objek wisata serta komponen lain merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi minat dan motivasi wisatawan. Komoditas unggulan di desa penyangga TNAP antara lain sektor tanaman pangan, sayuran, buah-buahan, peternakan dan industri kecil. Komoditas tanaman pangan terdapat di Desa Grajagan, Sumberasri, Purwoasri, Purwoagung, Kedungasri, dan Kedunggebang. Komoditas holtikultura sayuran dan buah terdapat di Desa Grajagan, Sumberasri, Purwoasri, Purwoagung, Kendalrejo, Kedungasri, Kedungwungu, Kedunggebang dan Kedungrejo. Komoditas peternakan terdapat di Desa Grajagan, Sumberasri, Purwoasri, Purwoagung, Kendalrejo, Kedungasri, Kedungwungu dan Kedunggebang, sedangkan komoditas industri kecil terdapat di Desa Grajagan, Purwoagung, Kedungasri, Kedunggebang dan Kedungrejo. Tingkat perkembangan desa penyangga terdiri dari tiga hierarki yaitu hierarki I berada di 3 desa meliputi Desa Purwoasri, Kedungwungu dan Wringinputih, hierarki II berada di 3 desa meliputi Kendalrejo, Kedunggebang dan Kedungrejo, dan hierarki III berada di 6 desa meliputi Desa Grajagan, Sumberasri, Purwoagung, Kalipait, Kedungasri, Kedungringin. Arahan pengembangan desa penyangga berbasis potensi wisata diarahkan di Desa Wringinputih, Grajagan, Sumberasri dan Kedungasri dan potensi komoditas unggulan diarahkan di Desa Grajagan, Sumberasri, Purwoasri, Purwoagung, Kendalrejo, Kedungasri, Kedungwungu, Kedunggebang dan Kedungrejo. Desa penyangga yang termasuk hierarki I-II diarahkan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas wisatawan. Strategi yang direkomendasikan antara lain (1) peningkatan sarana prasarana guna menunjang pengembangan wisata maupun komoditas unggulan, (2) memberikan pelatihan mengenai pengelolaan wisata kepada pokdarwis dan masyarakat, (3) peningkatan promosi wisata dan pengembangan paket wisata bekerjasama dengan pihak terkait, dan (4) peningkatan produksi komoditas unggulan khususnya sektor pertanian baik on farm maupun off farm serta mendorong dan mengembangkan UMKM.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengembangan Desa Penyangga Untuk Mendukung Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) Taman Nasional Alas Purwoid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordbuffer village of TNAPid
dc.subject.keyworddevelopment of buffer villagesid
dc.subject.keywordsuperior commoditiesid
dc.subject.keywordthe hierarchy of buffer villagesid
dc.subject.keywordtourism potentialid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record