| dc.contributor.advisor | DTH Sihombing | |
| dc.contributor.advisor | Martojo, Harimurti | |
| dc.contributor.advisor | Ungerer, Tonny | |
| dc.contributor.advisor | HH Sitompul | |
| dc.contributor.advisor | Kooswardhono M | |
| dc.contributor.author | Hartoko | |
| dc.date.accessioned | 2010-03-24T07:22:39Z | |
| dc.date.available | 2010-03-24T07:22:39Z | |
| dc.date.issued | 1988 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1094 | |
| dc.description.abstract | Penelitian dilaksanakan berdasarkan latar belakang bahwa teknologi beternak babi model Indonesia masih harus digali dan dikembangkan, karena yang ada saat ini masih merupakan tiruan negara-negara maju daerah sub tropis.
Tujuannya untuk membuktikan bahwa cara beternak babi dalam kandang berserasah adalah suatu cara beternak yang mudah dan relatif murah.
Materi yang diamati ialah ternak babi dan hasil kotorannya serta peternak babi dalam kandang berserasah (babi kering) sebagai sumber informasi primer. Penelitian dijalankan dengan metode survai dan observasi langsung di lapangan. Responden dipilih dengan metode contoh acak bertingkat sebanyak 25 persen, sedang jumlah pemilikan babi dan luas lahan sebagai tingkatannya.
Data dianalisis secara statistik dan untuk mempelajari keadaan usahataninya dilakukan analisis usahatani. Penelitian lapangan berlangsung sejak tanggal 17 Mei 1985 sampai dengan tanggal 18 Januari 1986 di daerah kecamatan Kertek, kabupaten Wonosobo (Jawa Tengah).
Penelitian pendahuluan untuk memperoleh data produksi dan reproduksi ternak babi pada pemeliharaan biasa (tanpa serasah) telah dilaksanakan di P.T. Golden Pig Farm, Kapuk, Jakarta pada tanggal 14 Februari 1985 sampai dengan tanggal 26 April 1985.
Hasil penelitian memberikan informasi bahwa faktor-faktor yang menunjang animo beternak babi kering ialah: toleransi masyarakat; kemudahan dari desa; cukup menguntungkan; aman dari pencurian; kompos babi dihargai cukup tinggi; praktis dan murah biaya pemeliharaannya. Sedang faktor penghambatnya ialah ketidak stabilan harga jual babi hidup karena peternak tidak berperan dalam penentuan harga serta ketersediaan dan harga dedak padi yang merupakan pakan utamanya.
Kesimpulan yang dapat ditarik dalam penelitian ini ialah bahwa tatalaksana beternak babi dalam kandang berserasah adalah cara beternak yang mudah, murah dan tidak mencemari lingkungan, serta dapat dikembangkan sebagai salah satu teknologi beternak babi di Indonesia, khususnya bagi daerah lahan kering. ... | |
| dc.language | id | |
| dc.publisher | IPB (Bogor Agricultural University) | |
| dc.title | Peternakan babi rakyat dengan pemeliharaan dalam kandang berserasah | id |
| dc.type | Dissertations | |
| dc.subject.keyword | Beternak babi sistem serasah | |
| dc.subject.keyword | Teknologi peternakan lokal | |
| dc.subject.keyword | Efisiensi biaya dan lingkungan | |
| dc.subject.keyword | Analisis usahatani babi | |