Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, Hermanto
dc.contributor.advisorAsmara, Alla
dc.contributor.authorArdiansyah, Ivan Hannoeriadi
dc.date.accessioned2021-09-28T13:06:45Z
dc.date.available2021-09-28T13:06:45Z
dc.date.issued2021-08
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/109452
dc.description.abstractPerubahan iklim menjadi suatu isu global karena berdampak luas pada kondisi sosial ekonomi suatu negara salah satunya ketahanan pangan. Salah satu fenomena perubahan iklim di Indonesia adalah El Nino Southern Oscillation (ENSO) yang terdiri dari tiga fase yaitu fase El Nino, Normal, dan La Nina. Fenomena tersebut biasanya diikuti dengan penurunan dan peningkatan curah hujan di atas curah hujan normal yang tidak menguntungkan untuk sektor pertanian khususnya subsektor tanaman pangan. Pemerintah telah membuat peta jalan arah dan kebijakan umum pembangunan pertanian dalam upaya menghadapi perubahan iklim terutama dampaknya terhadap sektor pertanian salah satunya melalui perbaikan manajemen pengelolaan air termasuk sistem dan jaringan irigasi, penggunaan pupuk dan aplikasi teknologi, serta pengembangan teknologi pengelolaan tanah dan tanaman. Di mana dalam penelitian ini kebijakan tersebut di gambarkan dengan pertumbuhan luas lahan sawah irigasi, penyaluran subsidi pupuk, dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak perubahan iklim terhadap produksi komoditas pangan yaitu padi, jagung, dan kedelai di Indoensia. Metode yang digunakan yaitu metode panel statis dimana data cross section yang digunakan adalah data tingkat provinsi, sebanyak 10 provinsi yaitu provinsi di pulau Jawa yang merupakan sentra produksi padi, jagung, dan kedelai serta empat provinsi lainnya yang memiliki produksi terbesar untuk masing-masing komoditas, sedangkan data time series digunakan dari tahun 2009 sampai 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa El Nino berpengaruh signifikan terhadap penurunan produksi padi dan jagung dan peningkatan pada produksi kedelai. Sedangkan La Nina berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ketiga komoditas yang diteliti. Penyaluran subsidi pupuk memiliki berpengaruh signifikan dan berhubungan positif terhadap ketiga komoditas sedangkan produktivitas memiliki pengaruh positif paling besar dan signifikan untuk produksi padi dan jagung namun tidak signifikan untuk produksi kedelai. Pertumbuhan luas lahan sawah irigasi yang menggambarkan infrastruktur pertanian berhubungan negatif namun tidak signifikan terhadap produksi ketiga komoditas pangan pada penelitian ini.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Univesityid
dc.titleDampak Perubahan Iklim dan Faktor Lainnya terhadap Produksi Komoditas Pangan di Indonesiaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordClimate Changeid
dc.subject.keywordFood Crop Productionid
dc.subject.keywordPanel Dataid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record