| dc.description.abstract | Anggrek merupakan salah satu komoditi yang banyak diminati dalam bentuk bunga potong maupun tanaman hias dalam pot. Produksi anggrek dalam negeri saat ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Salah satu kendala budidaya anggrek di Indonesia adalah rentan terkena penyakit, hal ini karena Indonesia terletak didaerah tropis dengan suhu dan kelembaban tinggi. Busuk lunak merupakan penyakit dengan kisaran inang yang luas. Busuk lunak pada tanaman anggrek disebabkan oleh Dickeya dadantii. Bakteri ini menyerang tanaman dari stadia awal pertumbuhan vegetatif sampai tanaman dewasa. Untuk mengendalikan penyakit busuk lunak perlu adanya tindakan preventif seperti peningkatan ketahanan tanaman menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Silika sebagai unsur yang melimpah di bumi, diketahui berperan penting terhadap proses diferensiasi sel tanaman dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan. Aplikasi silika pada tanaman berperan dalam memaksimalkan serapan hara dan meningkatkan respons pertumbuhan. Silika yang terakumulasi pada lapisan kutikula menyebabkan daun menjadi lebih tegak sehingga mendapatkan sinar matahari lebih banyak. Hal ini memungkinkan fotosintesis terjadi lebih optimal dan hasilnya digunakan untuk pertumbuhan daun, batang dan akar. Meningkatnya serapan hara akan meningkatkan metabolisme tanaman, hasilnya berupa energi yang berfungsi dalam pertumbuhan maupun ketahanan tanaman terhadap stres biotik dan abiotik. Mekanisme seperti ini telah dilaporkan pada tanaman padi dan tanaman lainya seperti gandum dan jagung. Efek silika pada tanaman hias masih sedikit diamati, meskipun perannya pada beberapa tanaman lain sangat menguntungkan. Penelitian ini menguji aplikasi silika pada tanaman anggrek Phalaenopsis pulcherrima untuk melihat respons pertumbuhan dan menginduksi ketahanan tanaman P. pulcherrima. Penelitian terdiri dari empat percobaan, yaitu: (1) Uji respons pertumbuhan P. pulcherrima dan ketahanan terhadap busuk lunak yang disebabkan oleh bakteri D. dadantii setelah pengaplikasian silika dengan interval aplikasi yang berbeda, (2) Uji respons pertumbuhan P. pulcherrima dan ketahanan terhadap D. dadantii setelah pengaplikasian silika dengan konsentrasi yang berbeda, (3) Uji respons pertumbuhan P. pulcherrima dan ketahanan terhadap D. dadantii setelah pengaplikasian silika dengan frekuensi aplikasi yang berbeda, dan (4) Uji ketahanan dan analisis aktivitas enzim terkait ketahanan tanaman terhadap bakteri penyebab busuk lunak Dickeya dadantii setelah diberi perlakuan silika. Uji respons pertumbuhan P. pulcherrima dan ketahanan terhadap penyakit busuk lunak yang disebabkan oleh bakteri D. dadantii setelah pengaplikasian silika dengan interval aplikasi silika yang berbeda bertujuan untuk mengevaluasi kemungkinan adanya perbedaan respons pertumbuhan dan ketahanan anggrek P. pulcherrima terhadap interval aplikasi silika. Sebanyak 45 tanaman dipisahkan kemudian diberi perlakuan silika dengan interval penyemprotan 0, 3, 7, 14 dan 30 hari sekali. Respons pertumbuhan diamati setiap 10 hari sekali selama aplikasi silika sedangkan respons ketahanan diamati dengan menginfeksikan D. dadantii pada daun tanaman setelah aplikasi silika selama 120 hari. Hasil pengujian menunjukkan adanya respons pertumbuhan yang berbeda nyata yaitu karakter pertambahan jumlah dan pertambahan panjang daun. Sedangkan pada pengamatan ketahanan tidak berbeda nyata, keparahan penyakit tanaman yang diberi perlakuan silika cenderung lebih tinggi dari kontrol yaitu diatas 50% dengan kelas ketahanan tergolong R (rentan) sedangkan kontrol berada di kelas ketahanan agak rentan (AR) pada 24 jam setelah inokulasi (JSI). Uji respons pertumbuhan P. pulcherrima dan ketahanan terhadap D. dadantii setelah aplikasi silika dengan konsentrasi yang berbeda bertujuan untuk mengetahui konsentrasi terbaik dalam menginduksi pertumbuhan dan ketahanan. Sebanyak 45 tanaman dipisahkan kemudian diberi perlakuan silika dengan kosentrasi 0, 7.5, 15, 22.5 dan 30 ppm setiap 3 hari sekali dengan metode pengamatan sama dengan percobaan sebelumnya yaitu percobaan 1. Hasil pengujian menunjukkan adanya perbedaan respons pertumbuhan yaitu pada parameter pertambahan jumlah daun, pertambahan panjang daun dan pertambahan diameter batang. Respons ketahanan pada 24 JSI menunjukkan aplikasi silika mampu menghambat perkembangan diameter gejala dibandingkan kontrol. Keparahan penyakit pada konsentrasi 30 ppm merupakan paling rendah yaitu 62% dan kelas ketahanan tergolong rentan (R) sedangkan perlakuan lain tergolong sangat rentan (SR). Uji respons pertumbuhan P. pulcherrima dan ketahanan terhadap D.dadantii setelah pengaplikasian silika dengan frekuensi aplikasi yang berbeda bertujuan untuk mengetahui pada frekuensi penyemprotan berapa silika mampu meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman. Sebanyak 45 tanaman dipisahkan kemudian diberi perlakuan silika dengan frekuensi penyemprotan selama 0, 10, 20, 30, dan 40 hari dengan interval aplikasi silika setiap 3 hari sekali. Metode pengamatan pertumbuhan dan ketahanan sama dengan percobaan 1. Hasil pengujian menunjukkan adanya perbedaan nyata pada pertumbuhan yaitu pertambahan jumlah daun dan diameter batang. Respons ketahanan tidak signifikan pada diameter gejala busuk lunak akan tetapi tanaman yang diberikan silika selama 3 bulan menunjukkan persen keparahan penyakit paling kecil dari pada perlakuan lainya dengan kelas ketahanan tergolong rentan (R) sedangkan perlakuan lain tergolong dalam kelas ketahanan sangat rentan (SR) pada 24 JSI. Uji respons enzimatik dan ketahanan terhadap D. dadantii setelah aplikasi silika bertujuan untuk mengetahui aktivitas enzimatik pada tanaman setelah diaplikasikan silika dengan interval, konsentrasi dan frekuensi penyemprotan terbaik dari percobaan satu, dua dan tiga. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada diameter gejala busuk lunak setelah aplikasi silika. Enzim terkait ketahanan yaitu PAL dan Peroksidase tidak berbedan nyata pada 6 JSI begitu juga kandungan lignin antara tanaman yang diaplikasikan silika dengan tanaman tanpa aplikasi silika. Pengujian kandungan silika, kadar air, dan karakter stomata pada tanaman yang diaplikasikan silika tidak berbeda nyata dengan tanaman tanpa aplikasi silika menurut uji T-student (α 0.05). Kata kunci : anggrek, busuk lunak, Dickeya dadantii, silika | id |