| dc.description.abstract | Pertanian energi adalah salah satu usaha bidang pertanian dalam peranannya untuk ikut menanggulangi masalah krisis energi dewasa ini. Peranan yang dimaksud dapat dipandang dari dua aspek. Pertama, peranannya dalam meningkatkan efisiensi energi pada proses produksi di lapang, yaitu dengan cara : (a) meningkatkan intensitas konversi dan (b) mengadakan penghematan input energi, baik dengan cara mengurangi pemborosan input energi maupun deversifikasi input. Kedua, peranannya sebagai penghasil etanol untuk menggantikan bahan bakar minyak.Sampai berapa jauh peranan yang dimaksud dapat dilakukan, akan dicoba dalam penelitian ini dengan menggunakan ubikayu sebagai tanaman yang mempunyai prospek baik untuk tanaman energi.Peranan pertama, yaitu meningkatkan efisiensi energi, dalam hal ini ditempuh dengan mengadakan berbagai percobaan lapang. Usaha meningkatkan intensitas konversi energi matahari dan input energi dari sarana produksi, dilakukan dengan mencoba menggunakan bahan tanam sistem Mukibat (yaitu penyambungan antara Manihot glaziovii atau ketela karet sebagai batang atas dengan Manihot esculenta atau ubikayu biasa sebagai batang bawah) dan sistem Masduki (perlakuan penusukan pada bagian empulur bibit ubikayu biasa dengan bambu) dari varietas Gading (sebagai varietas lokal) dan varietas Ardira-1 (sebagai varietas unggul baru). Sedangkan usaha penghematan input energi dilakukan dengan mengadakan percobaan tentang : (a) lama dan cara penyiangan (dengan herbisida dan tenaga manusia) ; (b) percobaan cara pengolahan tanah (pengolahan tanah sistem guludan, pengolahan tanah biasa dengan tenaga manusia dan mesin, pengolahan tanah minimum dan tanpa pengolahan tanah) ; dan (c) percobaan penggunaan pupuk kandang sebagai pengganti pupuk buatan. ... | |