Pola Perkembangan Ruang Terbuka Hijau di Kota Surakarta
Date
2021-08Author
Listanti, Septita Dwi
Hermawan, Rachmad
Setiawan, Yudi
Metadata
Show full item recordAbstract
Kota Surakarta merupakan salah satu kota dengan laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, hal ini memengaruhi perkembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan RTH di Kota Surakarta pada tahun 2002, 2013, dan 2020 serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya. Data yang digunakan yaitu data primer yang berupa hasil wawancara yang dianalisis secara deskriptif kualitatif, serta data sekunder berupa data citra Copernicus dan Airbus Kota Surakarta tahun 2002, 2013, dan 2020 yang dianalisis dengan menggunakan teknik deliniasi visual. Hasil penelitian menunjukkan luas RTH di Kota Surakarta terus mengalami penurunan, dengan persentase penurunan pada tahun 2002 sebesar 8,12%, 2013 sebesar 7,68%, dan 2020 sebesar 7,42%. Secara berturut-turut luas RTH Kota Surakarta pada tahun 2002, 2013, dan 2020 adalah 357,421 ha, 337,865 ha, dan 326,431 ha. Faktor-faktor yang memengaruhi penurunan perkembangan RTH di Kota Surakarta yaitu adanya perubahan fungsi lahan, keterbatasan lahan kosong, keterbatasan dana pemerintahan, dan belum adanya rencana induk yang mengatur mengenai perencanaan RTH di Kota Surakarta. Surakarta City is one of the cities with a fairly high population growth rate, this affects the development of Green Open Space (GOS) in the city. This study aims to analyze the development of green open space in Surakarta City in 2002, 2013, and 2020 and identify the factors causing it. The primary data used in form of interviews were analyzed descriptively qualitatively, and the secondary data in form of Copernicus and Airbus image data of Surakarta City in 2002, 2013, and 2020 were analyzed using visual delineation techniques. The results showed that the areas of green open space in Surakarta City continued to decline, with the percentage decline in 2002 by 8.12%, 2013 by 7.68%, and in 2020 by 7.42%. The areas of Surakarta City's green open space in 2002, 2013, and 2020 are 357,421 ha, 337,865 ha, and 326,431 ha, respectively. The factors that influence the deegradation of green open space in Surakarta are changes in land function, limited vacant land, limited government funds, and the absence of a master plan that regulates green open space planning in Surakarta City.
