Show simple item record

dc.contributor.advisorYulianda, Fredinan
dc.contributor.advisorYulianto, Gatot
dc.contributor.authorDharma, Prasasti Aditya
dc.date.accessioned2021-08-05T02:24:30Z
dc.date.available2021-08-05T02:24:30Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.citationDharma, P et al. (2021). Suitability and Carrying Capacity of Coastal Ecotourism in Clungup Mangrove Conservation (CMC), Malang District, East Java. ECSOFiM: Economic and Social of Fisheries and Marine Journal. 08(02): 196-210 Available online at http://ecsofim.ub.ac.id/id
dc.identifier.issn2528-5939
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108146
dc.description.abstractEkowisata merupakan kegiatan antara perjalanan wisata alam yang memiliki visi dan misi konservasi dan kecintaan lingkungan (Yulisa et al, 2016). Selain untuk berwisata menikmati keindahan alam, ekowisata juga melibatkan wisatawan untuk memberikan dukungan terhadap usaha konservasi. Pengembangan kegiatan wisata bahari tidak bersifat mass tourism, karena sifatnya yang mudah rusak, dan ruang untuk pengunjung sangat terbatas (Ketjulan, 2010). Pengembangan ekowisata membutuhkan suatu penilaian potensi sumberdaya alam berdasarkan parameter kesesuaian dan daya dukung kawasan (Yulianda, 2019). Pandemi Covid-19 merupakan suatu ancaman bagi dunia pariwisata, akan tetapi juga merupakan momentum yang dapat digunakan industri pariwisata untuk merubah konsep pariwisata massal (mass tourism) ke pariwisata yang menerapkan konsep daya dukung lingkungan (Hakim, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi sumberdaya ekosistem kawasan berdasarkan tingkat kesesuaian wisata dan daya dukung nya, menduga nilai ekonomi, kesediaan membayar dan kelayakan usaha ekowisata secara finansial dan ekonomi, dan menyusun strategi pengembangan ekowisata CMC untuk menghadapi kebiasaan baru berwisata di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan selama 4 (empat) bulan, mulai September 2020 sampai Desember 2020 di Clungup Mangrove Conservation (CMC) Kabupaten Malang Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil menggunakan teknik pengisian kuesioner, observasi lapangan, dan wawancara mendalam dan data sekunder yang dikutip dari beberapa referensi penelitian terdahulu yang membantu menjawab tujuan penelitian. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 82 orang wisatawan, 20 orang pengelola wisata, dan 11 orang stakeholder. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini meliputi analisis supply dengan melihat kesesuaian dan daya dukung wisata, analisis demand dengan Travel Cost Method (TCM) dan Contingent Valuation Method (CVM), analisis finansial dan ekonomi, serta analisis AHP SWOT. Hasil penelitian menunjukkan kawasan Ekowisata CMC sesuai untuk beberapa kegiatan wisata seperti wisata pantai, mangrove, selam, snorkelling, berkemah dan memancing. Daya dukung ekowisata CMC jika dilihat berdasarkan seluruh aktivitas yang ditawarkan mampu menampung 11.609 wisatawan dalam satu hari pada kondisi maximum capacity dengan luas area 43,23 hektar. Sementara jika dihitung berdasarkan tiga zona sumber daya pantai, mangrove dan terumbu karang secara statis dalam satu hari mencapai 4.205 wisatawan pada kondisi maximum capacity. Estimasi nilai ekonomi kawasan CMC sebesar Rp.56.469.951.444, surplus konsumen sebesar Rp.165.996.382, dan surplus konsumen perkunjungan Rp.917.107 dinilai masih rendah. Ini disebabkan karena rata-rata wisatawan yang berkunjung didominasi wisatawan lokal. Nilai WTP wisatawan yang dihasilkan sebesar Rp.17.866. Berdasarkan analisis kelayakan finansial dan ekonomi dapat diketahui bahwa usaha ekowisata di CMC adalah layak untuk dilanjutkan, dengan nilai NPV Rp22.038.123.723, B/C ratio 1,41, dan IRR ii 41,68% untuk finansial, dan NPV Rp.25.175.967.587, B/C ratio 1,45, dan IRR 48,08% untuk ekonomi. Usaha ekowisata CMC baik secara finansial maupun ekonomi lebih sensitif terhadap penurunan manfaat sebesar 33% secara finansial dan 34% secara ekonomi daripada kenaikan biaya. Strategi pengembangan ekowisata CMC berada pada kuadran II (stabil) pada posisi Selective Maintenance Strategy. Rekomendasi strategi yang tepat dilakukan adalah konsolidasi internal dengan melakukan perbaikan pada sesuatu yang menjadi kelemahan. Prioritas 1: Melakukan kegiatan promosi CMC berbasis program CHSE dengan meningkatkan harga tiket masuk dan atraksi wisata yang diimbangi dengan eksklusifitas wisata (AL3), Prioritas 2: Penguatan kerjasama dengan pihak swasta dalam program CSR sebagai upaya konservasi dan pengadaan fasilitas penunjang wisata untuk mendukung program CHSE (AL2), Prioritas 3: Pelatihan dan pengembangan SDM kesehatan dan pembentukan Satgas Covid 19 (AL1).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Univeristyid
dc.subject.ddcNilai Ekonomi dan Strategi Pengembangan Ekowisata Clungup Mangrove Conservation (CMC) Kabupaten Malang Jawa Timurid
dc.titleNilai Ekonomi dan Strategi Pengembangan Ekowisata Clungup Mangrove Conservation (CMC) Kabupaten Malang Jawa Timurid
dc.title.alternativeEconomic Value and Ecotourism Development Strategy for Clungup Mangrove Conservation (CMC) Malang Regency, East Javaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordecotourismid
dc.subject.keywordarea suitabilityid
dc.subject.keywordarea carrying capacityid
dc.subject.keywordtourism economic valueid
dc.subject.keywordfinancial and economic feasibilityid
dc.subject.keywordSWOTid
dc.subject.keywordAHPid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record