Show simple item record

dc.contributor.advisorPuspaningsih, Nining
dc.contributor.authorJuliansyah, Fauzan
dc.date.accessioned2021-07-30T10:06:31Z
dc.date.available2021-07-30T10:06:31Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/107973
dc.description.abstractPemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan kawasan Ruang Terbuka Hijau dengan luas minimal 30 % dari luas wilayah perkotaan. Hal ini telah ditetapkan pada dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor yang berlaku pada tahun 2016 hingga tahun 2036. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis perubahan tutupan lahan yang terjadi di Kecamatan Bojonggede, Cibinong, dan Citeureup dan hasil klasifikasi RTH disesuaikan dengan RTRW yang terjadi pada tahun 2015 dan 2020. Analisis dilakukan menggunakan citra SPOT-7 tahun 2015 dan 2020 dengan metode klasifikasi secara visual. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan luasan permukiman di setiap wilayah yang diakibatkan oleh pertambahan penduduk. Penurunan RTH terjadi di Kecamatan Bojonggede sebesar 3,85 %. Kecamatan Citeureup mengalami penurunan RTH pada permukiman perkotaan kepadatan tinggi, sedang, dan rendah masing-masing sebesar 1,13 %, 8,2 %, dan 1,58 %. Kecamatan Cibinong mengalami penurunan sebesar 1,84 %. Penurunan luasan RTH ini masih dalam batasan aman karena luasannya masih memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah minimal 30%.id
dc.description.abstractThe government of Bogor Regency has established a Green Open Space (RTH) with anarea at least 30 % of the urban land. Bogor Regency’s Spatial Planning (RTRW) was determined in a document which is valid from 2016 to 2036. The purpose of this study is to analyze land cover changes that occur in Bojonggede, Cibinong, and Citeureup Subdistricts and to adjust the results of the Green Open Space classification with the Spatial Planning that occurred in 2015 and 2020. The analysis was carried out using SPOT-7 in 2015 and 2020 images with a visual classification method.The results showdecreasesettlements in each subdistrict caused by population growth. The decrease of Green Open Space that occurred in Bojonggede Subdistrict was 3.85 %. Citeureup Subdistrict experienced a decrease in Green Open Space on urban settlements with high, medium, and low density by 1,13 %, 8,2 %, and 1,58 %. Cibinong Subdistrict’s Green Open Space has decreased by 1.84 %. The decreased Green Open Space is in safe range because the area still meets the requirement made by the government, by 30% minimum.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKesesuaian Ruang Terbuka Hijau pada RTRW Menggunakan Citra SPOT-7 di Kecamatan Bojonggede, Cibinong, Citeureup, Kabupaten Bogorid
dc.title.alternativeThe Suitability of Green Open Space in the Regional Spatial Plan Using SPOT-7 Imagery in Bojonggede, Cibinong, Citeureup, Kabupaten Bogor Regencyid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordChangeid
dc.subject.keywordGreen Open Spaceid
dc.subject.keywordLand Coverid
dc.subject.keywordRegional Spatial Planningid
dc.subject.keywordSPOT-7 Imageryid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record