Show simple item record

dc.contributor.advisorSupriyono, Eddy
dc.contributor.advisorNirmala, Kukuh
dc.contributor.advisorJusadi, Dedi
dc.contributor.advisorWidanarni
dc.contributor.authorSabilu, Kadir
dc.date.accessioned2021-07-23T13:14:44Z
dc.date.available2021-07-23T13:14:44Z
dc.date.issued2021-02-23
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/107728
dc.description.abstractTeripang pasir merupakan salah satu komoditas perikanan penting yang mempunyai nilai ekonomi tinggi baik di pasar domestik maupun internasional. Produksi teripang dunia sebagian besar bersumber dari kegiatan perikanan tangkap. Masifnya perburuan menyebabkan stok populasi teripang di alam semakin turun. Kegiatan budidaya komoditas ini mulai berkembang, ditandai dengan telah berhasilnya produksi benih secara massal di hatchery. Secara teknis, terdapat tiga metode budidaya teripang pasir yang dikembangkan oleh pembudidaya teripang yaitu: metode sea ranching (open system), metode penculture (open system), dan metode budidaya tambak semi-tertutup (semi-closed system). Masalah utama dalam budidaya teripang pasir secara intensif di tambak, yaitu preferensi substrat yang mampu menyediakan lingkungan dengan kapasitas yang lebih baik dan sumber pakan ekonomis yang dapat mendukung siklus produksi teripang pasir. Meningkatnya kapasitas lingkungan budidaya diharapkan dapat mempercepat siklus produksi teripang, sebagaimana untuk mencapai ukuran konsumsi di habitat alami teripang pasir yang umumnya membutuhkan waktu sampai 2 tahun. Di sisi lain, limbah budidaya udang vaname di sebagian besar dunia telah menyebabkan beberapa masalah, baik pada udang itu sendiri seperti munculnya masalah penyakit maupun munculnya masalah pencemaran lingkungan pada perairan umum. Semakin tinggi produktivitas tambak udang berdampak pada semakin banyaknya limbah sedimen yang dihasilkan. Oleh karena pada umumnya udang hanya mampu mengasimilasi energi pakan yang diberikan sebanyak 17%, menyebabkan limbah sedimen tambak udang masih mengandung nutrisi dengan jumlah signifikan. Oleh karena itu, limbah sedimen padat tambak intensif udang vaname masih berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi teripang pasir. Selain dapat meningkatkan produksi teripang, pemanfaatan ini juga sekaligus untuk mencegah polusi nutrien yang dapat ditimbulkan oleh limbah tambak udang. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemanfaatan limbah sedimen budidaya udang vaname sebagai sumber nutrisi terhadap kinerja produksi teripang pasir, serta mengevaluasi pola reduksi karbon, nitrogen dan fosfor dalam substrat dan kolom air sebagai salah satu hasil dari asimilasi nutrien oleh teripang pasir. Secara garis besar penelitian ini dibagi menjadi empat tahap, yaitu: 1) karakterisasi ukuran partikel pasir untuk substrat buatan teripang pasir, 2) evaluasi karakter nutrien limbah sedimen budidaya intensif udang vaname, 3) evaluasi performa produksi dan respons fisologis teripang pasir yang diberi sedimen tambak udang sebagai sumber nutrisi, dan 4) evaluasi reduksi karbon, nitrogen dan fosfor limbah sedimen tambak udang dalam substrat dan kolom air wadah budidaya teripang pasir. Berdasarkan hasil evaluasi ukuran partikel fraksi sedimen yang terdapat pada saluran pencernaan empat kelas ukuran bobot basah teripang, yaitu: 5-20 g; 50-70 g; 100-120 g; dan 200-220 g, dan sedimen habitat alaminya pada penelitian tahap kesatu, diketahui fraksi pasir sedang (0,25–1 mm) dan fraksi pasir halus (<0,25 mm) sebagai ukuran fraksi dominan dalam sedimen saluran pencernaan dan habitat alami teripang pasir. Jumlah kedua fraksi tersebut berkisar 86.83±1.2296,74±0,60%, namun demikian fraksi pasir kasar (<2 mm) dalam saluran pencernaan teripang ditemukan dengan jumlah lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi fraksi kasar yang ditemukan pada habitat alami. Oleh karena itu pasir laut dengan ukuran diameter fraksi <2 mm sebagai ukuran fraksi terbaik untuk dimanfaatkan sebagai substrat buatan teripang pasir sistem budidaya semitertutup. Pada penelitian tahap kedua, diketahui bahwa setiap satu kilogram limbah sedimen (berat basah) yang dilepaskan oleh keempat kelompok umur L. vannamei (32, 46, 92 dan 108 hari) mengandung unsur hara berkisar antara 63,68175,01g karbon organik, 13,33-19,4 g nitrogen, dan 2,7-4,3 g fosfor. Limbah sedimen yang dilepaskan oleh udang vaname dengan masa pemeliharaan mulai 92 hari memiliki karakter terbaik untuk dipanen dan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi teripang pasir, dengan pertimbangan tidak tercampur dengan partikel tanah dasar dicirikan dengan tekturnya yang halus. Hasil analisis proksimat diketahui sedimen tambak udang ini mengandung 9,01% protein, 1,91% lemak, 9,07 serat kasar dan 34,85% BETN. Penelitian tahap ketiga dilakukan untuk mengevaluasi kinerja produksi dan respons fisologis teripang pasir yang diberikan sedimen tambak udang (STU) sebagai sumber nutrien tunggalnya. Sedimen tambak udang diberikan dengan persentase berbeda dimasukkan ke dalam pasir laut (SP) berukuran fraksi < 2 mm sebagai substrat dasar teripang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teripang pasir yang diberi sedimen tambak udang dengan komposisi 40% sedimen tambak udang dan 60% pasir laut (40STU:60SP) menghasilkan performa produksi terbaik, dengan nilai laju pertumbuhan spesifik 4,14±0,30%/hari dan kelangsungan hidup 70±10%. Status kesehatan teripang memperlihatkan respons tidak berbeda nyata dengan teripang yang diberi pakan tepung rumput laut jenis sargassum dan lamun, dengan jumlah hemosit 5,30±0,36 sel/mm, aktivitas phenoloxidase 0,30±0,04, aktivitas respiratory burst 0,38±0,05 dan kadar glukosa cairan coelomic yaitu 69,9 mg/L. Selanjutnya pada penelitian tahap empat dilakukan evaluasi pola reduksi nutrien dalam substrat dan kolom air kaitanya dengan asimilasi nutrien limbah sedimen tambak oleh teripang pasir. Hasil penelitian menunjukkan teripang pasir memiliki kapasitas yang besar dalam menurunkan karbon-organik, nitrogen dan fosfor dalam substrat dan kolom air akibat akumulasi limbah sedimen budidaya udang vaname. Setiap satu kilogram teripang mampu mereduksi 12,65-12,73 g nitrogen/hari dan 2,57-2,60 g fosfor/hari, yang terkandung dalam substratnya. Konsentrasi TOM, TOC, NH-N, NO2, dan PO43--P air pada kelima perlakuan menurun signifikan selama periodepenelitian (Uji repeated measures ANOVA dan uji Friedman, p<0.05), mengindikasikan aktivitas bioturbasi teripang di sedimen mendorong pengurangan jumlah nutrien dalam air. Jumlah penurunan konsentrasi TOM yaitu 17,00-49,83 mg/L, TOC: 19,91-25,39 mg/L, amonia: 0,54-0,76 mg/L, nitrit: 0,020,20 mg/L, dan ortofosfat: 0,12-1,30 mg/L. Sementara itu, efisiensi asimilasi teripang pasir terhadap bahan organik dan bakteri sedimen tambak udang, masingmasing sebesar 53,20±13,23% dan 41,76±2,08%. Hasil dari keempat tahap penelitian dapat disimpulkan bahwa limbah sedimen budidaya intensif udang vaname dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi teripang pasir, pemberian dengan komposisi 40% sedimen tambak udang dan 60% pasir laut (40STU:60SP) menghasilkan kinerja produksi terbaik dengan nilai laju pertumbuhan spesifik 4,14±0,30% dan kelangsungan hidup 70±10%. Pada pemanfaatan ini juga membuktikan bahwa teripang pasir memiliki kapasitas yang besar mereduksi karbon-organik, nitrogen dan fosfor limbah sedimen tambak udang, masing-masing sebesar 73,32-81,33%, 97,61-98,21% dan 98,93-99,21%.id
dc.description.sponsorshipBUDI-DN LPDPid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.titlePemanfaatan Limbah Sedimen Budidaya Udang Vanane (Litopenaeus vannamei) Sistem Intensif Untuk Budidaya Teripang Pasir (Holothuria scabra, Jaeger 1883)id
dc.title.alternativeThe Utilization of intensive Pacific white shrimp (Litopenaeus vannamei) solid sediment waste for sandfish sea cucumber (Holothuria scabra, Jaeger 1883) cultured.id
dc.typeDissertationid
dc.subject.keywordHolothuria scabraid
dc.subject.keywordLitopenaeus vannameiid
dc.subject.keywordperforma produksiid
dc.subject.keywordreduksi CNPid
dc.subject.keywordsumber nutrienid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record