| dc.contributor.advisor | Handoko, Handoko | |
| dc.contributor.advisor | Yuliawan, Taufiq | |
| dc.contributor.author | Miza, Sri Asih Mulyani | |
| dc.date.accessioned | 2021-07-16T13:44:02Z | |
| dc.date.available | 2021-07-16T13:44:02Z | |
| dc.date.issued | 2021 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/107513 | |
| dc.description.abstract | Indonesia memiliki variasi suhu udara dan curah hujan yang berbeda di setiap wilayah sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung. Penelitian ini memanfaatkan model simulasi tanaman jagung untuk menduga produktivitas, waktu tanam yang optimum, dan kebutuhan air tanaman. Produktivitas diduga menggunakan model pertumbuhan, waktu panen ditentukan oleh konsep heat unit, dan kebutuhan air tanaman diestimasi menggunakan konsep evapotranspirasi aktual. Pengujian hasil model dan data observasi menunjukkan tingkat akurasi (nilai galat) pada Kabupaten Deli Serdang sebesar 2%, Kabupaten Nganjuk sebesar 20%, dan Kota palu sebesar 60%. Produktivitas jagung di Kabupaten Nganjuk lebih unggul dibandingkan di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Palu. Faktor yang mempengaruhi produktivitas adalah kondisi iklim, lingkungan, dan faktor produksi (varietas, pupuk, irigasi, hama penyakit). Bulan tanam yang optimal untuk melakukan penanaman tanpa adanya irigasi pada Kabupaten Nganjuk adalah November hingga Desember, Kabupaten Deli Serdang adalah Mei, Juli, Oktober, November, dan Desember, dan Kota Palu adalah Maret. Tanaman jagung membutuhkan air pada Kabupaten Nganjuk sebesar 2,3-17,2 mm/minggu, Kabupaten Deli Serdang sebesar 2,1-14,1 mm/minggu, dan Kota Palu sebesar 2,5-19,3 mm/minggu dengan kebutuhan air terbanyak pada fase pembentukan bunga dan pematangan biji. | id |
| dc.description.sponsorship | Indonesia has variations in temperature and precipitation are different in each
region so that the effective growth and corn productivity. This study utilized corn
simulation models to estimate productivity, optimum planting time, and plant water
requirement. Productivity is estimated using a growth model, harvest time is
determined by the heat unit concept, and plant water requirements are estimated
using the actual evapotranspiration concept. Testing the results of the model and
observation data shows the level of accuracy (error value) in Deli Serdang Regency
is 99%, Nganjuk Regency is 97%, and Palu City is 67%. The productivity of corn
in Nganjuk Regency is superior compared with Deli Serdang Regency and Palu
City. Factors affecting productivity are climatic conditions, environment, and
production factors (varieties, fertilizers, irrigation, pests diseases). The Optimum
months for planting without irrigation in Nganjuk Regency is November to
December, Deli Serdang Regency in May, July, October, November, December,
and Palu City in March. Corn plants require water in Nganjuk Regency of 2,3-17,2
mm/week, Deli Serdang Regency of 2,1-14,1 mm/week, and Palu City of 2,5-19,3
mm/week with the need most water in the flower formation and seed maturation
phase. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Model Simulasi Tanaman untuk Menduga Produktivitas dan Masa Tanam Tanaman Jagung pada Tiga Tipe Iklim yang Berbeda (Studi Kasus: Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Deli Serdang, dan Kota Palu) | id |
| dc.title.alternative | Plant Simulation Models to Estimate Corn Productivity and Plant Period in Three Different Climate Types (Case Study: Nganjuk Regency, Deli Serdang Regency, and Palu City) | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| dc.subject.keyword | biomass | id |
| dc.subject.keyword | calibration model | id |
| dc.subject.keyword | evapotranspiration | id |
| dc.subject.keyword | growth | id |