| dc.contributor.advisor | Kartono, Agus | |
| dc.contributor.advisor | Wahyudi, Tri Setyanto | |
| dc.contributor.author | Handoko | |
| dc.date.accessioned | 2021-07-15T02:32:04Z | |
| dc.date.available | 2021-07-15T02:32:04Z | |
| dc.date.issued | 2021 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/107453 | |
| dc.description.abstract | Glioma merupakan jenis tumor otak yang sering terjadi. Glioma sulit
disembuhkan karena beberapa hal diantaranya sifatnya yang agresif, nilai kematian yang tinggi dan daya invansi yang tinggi. Terdapat hubungan terbalik antara serum glukosa darah dan pertumbuhan glioma. Model matematika yang menggambarkan hubungan terbalik antara serum glukosa darah dan pertumbuhan glioma telah dirumuskan. selain model matematika yang menggambarkan pertumbuhan glioma, model matematika yang menggambarkan pengaruh intervensi seperti kemoterapi dan virotherapy terhadap pertumbuhan glioma juga telah dirumuskan. Model matematika intervensi terhadap glioma memberikan gambaran tentang efektifitas dari jenis intervensi yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mensimulasikan pemodelan matematika pertumbuhan glioma dengan menambahkan intervensi kemoterapi, virotherapy dan gabungan antara virotherapy dan kemoterapi.
Hasil simulasi intervensi kemoterapi terhadap glioma menunjukan
penghambatan pertumbuhan glioma terjadi hanya pada saat interval pengaplikasian dan terjadi pertumbuhan kembali setelah pengaplikasian berhenti. Dinamika sel imun hampir sama dengan simulasi tanpa intervensi namun dalam konsentrasi lebih besar, glukosa di otak dan glukosa darah tetap mengalami penurunan seperti pada simulasi tanpa intervensi namun dengan waktu penurunan yang lebih lambat. Hasil simulasi intervensi virotherapy dan gabungan (virotherapy dan kemoterapi) memberikan hasil yang mirip. Konsentrasi glioma mengalami penekanan pertumbuhan dalam waktu yang cukup lama namun terjadi secara fluktuatif. Konsentrasi sel imun, glukosa di otak dan glukosa darah cukup stabil tidak terdapat kenaikan dan penurunan yang signifikan namun terjadi secara fluktuatif. Glukosa
darah masih dalam rentang konsentrasi normal. Dari hasil simulasi dapat
disimpulkan bahwa intervensi kemoterapi tidak memberikan efek yang berarti pada
pertumbuhan glioma, berbeda dengan intervensi virotherapy dan gabungan
(virotherapy dan kemoterapi) yang mampu menghambat pertumbuhan glioma
secara signifikan dan dalam jangka waktu yang lama. | id |
| dc.description.sponsorship | LPDP | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Pengembangan Model Dinamika Pertumbuhan Tumor Glioma Berdasarkan Perubahan Konsentrasi Gula Darah untuk Deteksi Dini (PraDiagnostik) | id |
| dc.title.alternative | DEVELOPMENT OF TUMOR GROWTH DYNAMIC MODELS GLIOMA BASED ON SUGAR CONCENTRATION CHANGES BLOOD FOR EARLY DETECTION (PRA-DIAGNOSTIC) | id |
| dc.type | Thesis | id |
| dc.subject.keyword | blood glucose | id |
| dc.subject.keyword | chemotherapy | id |
| dc.subject.keyword | glioma | id |
| dc.subject.keyword | mathematical model | id |
| dc.subject.keyword | virotherapy | id |