Show simple item record

dc.contributor.advisorRachman, Latief Mahir
dc.contributor.advisorBaskoro, Dwi Putro Tejo
dc.contributor.authorBushron, Raushanfikr
dc.date.accessioned2021-06-23T06:45:07Z
dc.date.available2021-06-23T06:45:07Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/107081
dc.description.abstractDAS Brantas telah mendapat status kritis sejak 1989 dan dapat bertambah kritis dengan adanya perubahan penggunaan lahan yang tidak tepat. Erosi dan sedimentasi merupakan salah satu permasalahan yang masif terjadi di daerah DAS Hulu Brantas. Perubahan penggunaan lahan DAS yang kurang tepat dapat mengganggu fungsi jasa lingkungan DAS. Permasalahan penurunan fungsi Jasa lingkungan yang disebabkan oleh perubahan penggunaan lahan dapat dikurangi dampaknya dengan melakukan konservasi tanah dan air. Proyeksi perubahan penggunaan lahan tahun 2029 menggunakan metode Cellular automata Markov (CA-Markov). Pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap fungsi jasa lingkungan dianalisis menggunakan metode SWAT. Kinerja arahan konservasi tanah dan air (KTA) dilihat dengan perbandingan tiga skenario, yaitu 1). Skenario A (penggunaan lahan tahun 2019 tanpa KTA), 2). Skenario B (proyeksi penggunaan lahan tahun 2029 tanpa KTA), dan 3). Skenario C ( penggunaan lahan tahun 2029 dengan KTA). Penentuan arahan KTA berdasarkan penggunaan lahan dan tingkat lereng lahan. Penelitian ini mendapatkan hasil proyeksi perubahan penggunaan lahan tahun 2029, dengan peningkatan jenis lahan tertinggi yaitu penggunaan lahan pemukiman yaitu sebesar 4.100 Ha. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa perubahan penggunaan lahan sangat berdampak pada penurunan fungsi jasa lingkungan. Fungsi Provisioning service berupa hasil air mengalami penurunan. Skenario C menghasilkan perbaikan yang signifikan terhadap ketiga jenis fungsi jasa lingkungan, terjadi peningkatan sebesar 1,30% pada hasil air, dibanding dengan hasil air skenario A. kategori rezim aliran pada Sub-DAS Hulu Brantas menjadi sangat baik, dan baik. Hasil sedimen setelah dilakukan proyeksi konservasi mengalami peningkatan hanya sebesar 10,40 ton/ha, dibandingkan dengan penggunaan lahan DAS Hulu Brantas 2019. Skenario C menghasilkan penurunan total N Loss 3,05% dibandingkan dengan Skenario A. Total P Loss pada skenario C, mengalami peningkatan hanya sebesar 7,03%, dibandingkan pada hasil skenario A, sedangkan skenario C menurunkan sebesar 14,05% total P Loss dibandingkan dengan skenario B.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleProyeksi dan Arahan Teknik Konservasi Tanah dan Airuntuk Perbaikan Fungsi Jasa Lingkungan DAS Hulu Brantasid
dc.title.alternativeProjection and Directions for Soil and Water Conservation Technique for Improving Watershed Ecosystem Services of the Hulu Brantasid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordjasa lingkunganid
dc.subject.keywordkonservasi tanah dan airid
dc.subject.keywordperubahan penggunaan lahanid
dc.subject.keywordecosystem serviceid
dc.subject.keywordland-use changeid
dc.subject.keywordsoil and water conservationid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record