| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk anorganik yang dapat dikurangi dengan penggunaan pupuk organik kotoran kambing (POKK), mengetahui kombinasi POKK dan pupuk anorganik yang dapat meningkatkan kualitas bawang merah dan mengurangi serangan hama. Penelitian dilakukan pada September hingga Desember 2019 di lahan sentra bawang merah Desa Sukorejo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Lahan yang dipakai adalah bekas pertanaman bawang merah dengan pola tanam padi-kedelai-bawang merah-bawang merah. Penelitian berupa percobaan lapangan menggunakan metode rancangan petak tersarang (Nested design), empat ulangan dengan dua faktor, yaitu faktor pertama : pupuk kandang yang terdiri dari dua taraf dan faktor kedua pupuk anorganik terdiri dari lima taraf. Pupuk anorganik yang digunakan yaitu urea, KCl, dan NPK. Dosis acuan pupuk anorganik menggunakan dosis petani setempat. Dosis acuan urea 167 kg ha-1 (75.15 kg N ha-1), NPK 167 kg ha-1 (25.05 kg N ha-1; 25.05 kg P2O5 ha-1; 25.05 kg K2O ha-1) dan KCl 167 kg ha-1 (100.2 kg K2O ha-1). Pupuk organik yang digunakan berasal dari kotoran kambing dengan dosis 0 dan 10 ton ha-1. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F). Apabila uji F nyata maka dilanjutkan uji lanjut ortogonal polynomial menentukan bentuk respon peubah terhadap dosis pupuk anorganik. Pupuk kandang tidak berhasil mengurangi dosis pupuk anorganik pada pertumbuhan bawang merah. Pemberian pupuk kandang secara nyata menurunkan tinggi tanaman tetapi meningkatkan jumlah daun, jumlah anakan dan bobot umbi per rumpun. Hal ini diduga kuat terkait dengan pengaruh pupuk kandang atau bahan organik pada perbaikan struktur tanah yang lebih longgar untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bagian bawah tanah pada tanaman dengan dipupuk kandang 10 ton/ha, pemberian pupuk anorganik menurunkan persentase umbi belah ketupat secara linier, peran pupuk anorganik berkurang terhadap kualitas bawang merah ditinjau dari persentase diameter umbi besar. Penambahan pupuk organik kotoran kambing menyebabkan persentase kerusakan bawang merah 1,40 % pada umbi 6 minggu setelah simpan (MSS) tetapi masih di bawah 5% sesuai syarat mutu SNI 01-3159-1992 bawang merah. Kejadian hama dan intensitas serangan hama Spodoptera exigua tertinggi terjadi di 3 MST pada perlakuan pupuk organik kandang kambing (POKK). | id |