Show simple item record

dc.contributor.advisorSantoso, Sugeng
dc.contributor.advisorNurmansyah, Ali
dc.contributor.authorAnjas, Nirma Septia Ramlan
dc.date.accessioned2021-03-19T06:31:03Z
dc.date.available2021-03-19T06:31:03Z
dc.date.issued2020-08
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/106341
dc.description.abstractTetranychus kanzawai Kishida adalah salah satu hama penting di Indonesia. Tungau ini dapat menyebabkan 60-90% kerusakan pada tanaman pertanian. Penggunaan musuh alami adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan tungau ini. Kumbang predator Stethorus sp. telah dikenal sebagai predator tungau yang telah ada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan statistik demografi, preferensi mangsa dan tanggap fungsional Stethorus sp. pada T. kanzawai. Seratus telur Stethorus sp. dipelihara secara individual dan diamati setiap hari. Setelah kemunculannya, imago dipasangkan dan diamati setiap hari sampai mati. Percobaan preferensi mangsa dilakukan dengan melepaskan predator ke dalam cawan petri yang telah diberi 150 T. kanzawai (50 telur, 50 nimfa, 50 imago dewasa). Percobaan tanggap fungsional dilakukan dengan melepaskan predator ke dalam cawan petri yang telah diberi telur tungau (kepadatan 30, 40, 50, 60, 70, dan 80). Data neraca hayati dianalisis dengan perangkat lunak Microsoft Excel 2010. Data preferensi mangsa dan pengaruh kepadatan awal mangsa terhadap jumlah yang dimangsa oleh seekor predator dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Tukey pada taraf nyata 5%. Penentuan tipe fungsi tanggap fungsional dan pendugaan parameternya dianalisis menggunakan regresi logistik dan regresi nonliniear dengan bantuan perangkat lunak MINITAB 18. Hasil identifikasi menggunakan kunci identifikasi dari Bienkowski (2018) “Key for identification of the ladybirds (Coleoptera: Coccinellidae) of European Russia and the Russian Caucasus (native and alien species)” diperoleh bahwa spesies dari kumbang predator Stethorus adalah Stethorus punctillum (Punctillum Weise). Kumbang ini memiliki karakteristik kepala berwarna hitam, femur berwarna hitam, ujung tarsus berwarna kuning kecoklatan, panjang tubuh 1.3-1.5 mm sehingga membedakannya dengan spesies Stethorus lain. Kumbang predator ini menyelesaikan perkembangannya dalam 25.81 hari. Imago betina dapat meletakkan 64.47 ± 2.37 telur selama masa hidupnya. Nilai tingkat reproduksi kotor (GRR) dan reproduksi bersih (Ro) S. Punctillum, masing masing adalah 64.29 dan 17.18 individu per induk per generasi. Tingkat pertumbuhan intrinsik (r) 0.27 individu per induk per hari. Rata-rata masa generasi (T) selama 62.41 hari, dan waktu bagi populasi untuk berkembang biak menjadi dua kali (DT) adalah 2.51 hari. Predator lebih menyukai telur dibandingkan stadia lain dari T. kanzawai. Predator ini menunjukkan tanggap fungsional tipe III.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStatistik Demografi Kumbang Predator Stethorus sp. (Coleoptera: Coccinellidae) pada Tetranychus kanzawai Kishida (Acari: Tetranychidae).id
dc.title.alternativeDemographic Statistics of Predatory Beetle Stethorus sp. (Coleoptera: Coccinellidae) on Tetranychus kanzawai Kishida (Acari: Tetranychidae)id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordpredatorid
dc.subject.keyworddemographic statisticsid
dc.subject.keywordStethorus punctillumid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record