| dc.description.abstract | Okra umumnya dikonsumsi sebagai sayuran dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan diantaranya sebagai obat antidiabetes dan pencegah penyakit jantung. Terdapat dua macam okra yaitu okra merah dan hijau berdasarkan warna batang, tulang, dan buahnya. Intensitas warna juga dibedakan menjadi terang, sedang, dan gelap. Indonesia memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau berdasarkan jumlah curah hujan yang turun. Studi mengenai karakter morfofisiologi tanaman, produksi dan kualitas buah okra belum banyak dilakukan terutama membandingkan kedua jenis okra pada dua musim yang berbeda. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai Desember 2018 sebagai musim tanam pertama dan bulan Februari sampai Mei 2019 sebagai musim tanam kedua. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan IPB Leuwikopo Dramaga, Bogor pada koordinat 6o 33’ 49” LS dan 106o 43’ 32” BT dengan ketinggian ± 250 m di atas permukaan laut (m dpl). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu varietas yang terdiri atas dua varietas okra hijau (Naila IPB dan Greenie), dua varietas okra merah (Zahira IPB dan Carmine Splendor) serta tiga ulangan. Okra ditanam dengan jarak tanam 60 cm x 25 cm pada bedengan (1 m x 7 m) yang ditutup mulsa perak hitam dan diberi pembatas tanaman jagung manis tiap bedengan.
Peubah yang diamati meliputi pertumbuhan tanaman, karakter morfologi dan anatomi daun, fisiologi tanaman, produksi buah dan biji okra, serta kualitas buah okra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan genetik antar varietas okra mempengaruhi kualitas buah okra terutama pada peubah kelunakan buah, pigmen buah, flavonoid total, dan nilai IC50. Buah okra yang paling lunak adalah varietas Naila IPB, kadar total klorofil dan karotenoid tertinggi pada varietas Greenie, sedangkan kadar antosianin tertinggi pada varietas Carmine Splendor. Varietas dengan kadar flavonoid total tertinggi dan nilai IC50 terendah adalah Greenie dan Carmine Splendor. Perbedaan kondisi lingkungan pada kedua musim tanam mempengaruhi pertumbuhan, fisiologi tanaman, produksi buah dan biji maupun kualitas buah okra. Musim tanam II (Februari sampai Mei 2019) dengan ketersediaan air dan intensitas cahaya yang lebih tinggi, menghasilkan pertumbuhan tanaman, produksi buah dan biji maupun kualitas buah okra yang lebih tinggi daripada yang di musim tanam I (September sampai Desember 2018). | id |