Show simple item record

dc.contributor.advisorSurahman, Memen
dc.contributor.advisorQadir, Abdul
dc.contributor.authorNasrullah
dc.date.accessioned2021-02-18T07:33:34Z
dc.date.available2021-02-18T07:33:34Z
dc.date.issued2021-02
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105986
dc.description.abstractProduksi kedelai pada tahun 2014 mencapai 953.956 ton dengan luasan panen 615.019 ha, sedangkan pada tahun 2013 produksi kedelai hanya 779.992 ton dengan luasan panen 550.793 ha. Hal ini menunjukkan bahwa perluasan lahan pertanaman kedelai dapat memberikan dampak yang baik untuk meningkatkan produksi kedelai. Selain luas lahan, penggunaan benih bermutu, teknik budidaya, inovasi teknologi dan penangan pasca panen juga diperlukan untuk meningkatkan produktivitas kedelai. Periode viabilitas benih merupakan suatu perjalanan waktu dari seluruh hidup benih. Pada Konsepsi Steinbauer- Sadjad viabilitas dimulai dari antesis sampai benih mati. Perkembangan viabilitas benih selama periode hidup benih dibagi menjadi tiga bagian yaitu periode I, periode II, dan periode III. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa penyimpanan benih yang telah memasuki Periode 3 Konsepsi Steinbauer-Sadjad tidak banyak mempengaruhi viabilitas benih dan sampai periode simpan tertentu. Penelitian penyimpanan benih dilakukan di gudang benih Seed Center IPB, Leuwikopo Dramaga Bogor, sejak bulan April 2018 sampai dengan bulan Juli 2018. Benih yang digunakan adalah benih kedelai varietas Grobogan yang dipanen pada bulan Februari 2018 dan diperoleh dari produsen benih UD Sujinah, K a b u p a t e n G r o b o g a n , Jawa Tengah. Penelitian terdiri atas dua percobaan. Percobaaan pertama adalah mempelajari pengaruh jenis kemasan dan periode simpan dalam mempertahankan viabilitas benih kedelai pada Periode 3 KSS selama penyimpanan. Rancangan percobaan menggunakan model rancangan Faktorial yang disusun dengan faktor jenis kemasan dan periode simpan selama penyimpanan. Faktor pertama adalah jenis kemasan (K) dengan empat taraf, yaitu jeriken plastik (K1), plastik hermetik (K2), kertas semen (K3), dan karung beralas plastik (K4). Faktor kedua adalah periode simpan dengan empat taraf yaitu 1 bulan (P1), 2 bulan (P2), 3 bulan (P3) dan 4 bulan (P4). Terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 48 satuan percobaan. Masing-masing satuan percobaan terdiri dari 5 kg benih kedelai, sehingga total benih yang digunakan untuk penyimpanan yaitu 240 kg benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih kedelai yang telah memasuki Periode 3 Konsepsi Steinbauer-Sadjad (KSS) akan mengalami laju kemunduran yang tinggi di awal penyimpanan dan konstan rendah selama 4 bulan, meskipun disimpan dalam wadah yang non permeable dan ruang simpan pada suhu 17-19°C dan kelembaban nisbi 53-58%. Selama penyimpanan 4 bulan daya berkecambah bertahan sekitar 46.66-65.33% dengan kadar air keseimbangan 12-13%. Bila penyimpanan benih yang telah berada dalam Periode 3 KSS dilanjutkan selama 1 tahun, benih tersebut kehilangan hampir seluruh viabilitasnya, meskipun disimpan dalam kemasan dan ruang simpan optimum.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.titlePengemasan Tepat Guna pada Benih Kedelai (Glycine max L. Merr.) Selama Penyimpanan : Analisis Konsepsi Steinbauer-Sadjad Periode 3id
dc.title.alternativeThe Intermediate Packaging Technology on Soybean (Glycine Max L. Merr.) Seed during Storage : Analysis of Steinbauer-Sadjad’s Conception in The Third Periodid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordSeedid
dc.subject.keywordtype of packagingid
dc.subject.keywordstorage periodid
dc.subject.keywordviabilityid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record