Show simple item record

dc.contributor.advisorIndrawati, Agustin
dc.contributor.advisorSafika
dc.contributor.authorKhalisyah, Siti Nur
dc.date.accessioned2021-01-28T04:14:39Z
dc.date.available2021-01-28T04:14:39Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105479
dc.description.abstractStaphylococcus aureus merupakan bakteri yang sering ditemukan pada saluran hidung, kulit, dan membran mukosa manusia maupun hewan (kucing, anjing, kelinci, sapi, kuda, dan babi). Luka kuda memiliki risiko tinggi terinfeksi karena lingkungan. Luka yang mengalami infeksi kemungkinan besar disebabkan oleh bakteri dan salah satunya adalah Staphylococcus aureus. Terdapat banyak pendapat mengenai perawatan, teknik pembalutan, teknik penjahitan dalam menangani luka pada kuda, dan pengobatan dengan antibiotik. Risiko resistensi selalu menjadi pertimbangan dalam pemberian antibiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemilihan obat yang tepat dalam mengobati luka infeksi sekunder akibat Staphylococcus aureus yang dapat memperburuk kondisi luka. Uji kepekaan terhadap antibiotik dilakukan untuk memilih antibiotik yang tepat untuk digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan isolat Staphylococcus aureus yang berasal dari luka kuda mengalami resistensi terhadap antibiotik ampisilin dan penisilin. Isolat bakteri masih rentan terhadap antibiotik siprofloksasin, eritromisin, gentamisin, dan tetrasiklin.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePemilihan Antibiotik untuk Pengobatan Infeksi Sekunder Staphylococcus aureus pada Luka Terbuka di Kudaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordantibioticsid
dc.subject.keywordhorse woundid
dc.subject.keywordStaphylococcus aureusid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record