Show simple item record

dc.contributor.advisorMubarik, Nisa Rachmania
dc.contributor.advisorSudirman, Lisdar Idwan
dc.contributor.authorErnia, Rima
dc.date.accessioned2021-01-12T01:27:53Z
dc.date.available2021-01-12T01:27:53Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105228
dc.description.abstractBawang merah (Allium cepa L.) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Faktor penurunan produksi bawang merah salah satunya penyakit layu yang disebabkan oleh serangan F. proliferatum. Serangan F. proliferatum menyebabkan bawang merah mengalami kematian hingga 62.2%. Fusarium proliferatum menyerang pada fase pertumbuhan tanaman yang ditandai warna akar menjadi coklat kekuningan, terbentuk nekrotik, lembab, mudah hancur dan membuat umbi busuk sehingga menyebabkan penurunan hasil panen. Upaya pengendalian F. proliferatum umumnya menggunakan pestisida sintetis, namun keberadaannya di lingkungan dapat merugikan, berbahaya bagi manusia akibat residu yang tertinggal pada tumbuhan dan resistensi patogen. Pengendalian secara hayati F. proliferatum yaitu menggunakan agens biologi misalnya bakteri endofit. Bakteri endofit diketahui memiliki kemampuan untuk menghasilkan senyawa bioaktif anticendawan yang efektif melawan patogen tanaman seperti bawang merah, jagung, padi, dsb. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi dan melakukan karakterisasi bakteri endofit penghasil senyawa bioaktif yang dapat menghambat pertumbuhan F. proliferatum. Isolat bakteri endofit dan cendawan patogen F. proliferatum menggunakan isolat hasil penelitian sebelumnya dengan kode ABP5.2, BBP5.2, DBP4.1, dan DBP4.2. Metode yang digunakan mencakup 1) uji hambatan bakteri endofit terhadap F. proliferatum, 2) uji hipersensitivitas, patogenisitas, dan hemolisis, 3) identifikasi isolat terpilih berdasarkan gen 16S rRNA, 4) ekstraksi senyawa bioaktif dari bakteri endofit, 5) uji aktivitas anticendawan ekstrak kasar, 6) fraksinasi senyawa antimikrob dari bakteri endofit potensial, 7) uji bioautografi senyawa antimikrob, serta 8) identifikasi senyawa antimikrob dengan GC-MS. Isolat bakteri endofit asal tanaman bawang merah ABP5.2, BBP5.2, dan DBP4.1 memiliki aktivitas penghambatan terhadap F. proliferatum serta tidak bersifat patogen bagi manusia dan tanaman. Isolat ABP5.2 terindentifikasi memiliki kemiripan dengan Pseudomonas aeruginosa, sedangkan isolat BBP5.2 dan DBP4.1 memiliki kemiripan dengan Myroides profundi. Isolat BBP5.2 mampu menekan pertumbuhan cendawan patogen tertinggi yaitu sebesar 68.15% melalui mekanisme antibiosis secara langsung yaitu produksi senyawa anticendawan. Berdasarkan analisis Gas Chromathography Mass Spectrophotometry, senyawa yang dihasilkan ekstrak kasar dari isolat BBP5.2 antara lain Hexadecanoic acid, 9- octadecenoic acid, linoleic acid dan piperine.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcMicrobiologyid
dc.titleSeleksi dan Karakterisasi Bakteri Endofit serta Senyawa Bioaktif yang dihasilkan sebagai Pengendali Pertumbuhan Fusarium proliferatumid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAllium cepaid
dc.subject.keywordMyroides profundiid
dc.subject.keywordsenyawa anticendawanid
dc.subject.keyword16S rRNAid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record