Show simple item record

dc.contributor.advisorAtmowidi, Tri
dc.contributor.advisorKahono, Sih
dc.contributor.authorCholis, Muchamad Nur
dc.date.accessioned2021-01-11T00:17:42Z
dc.date.available2021-01-11T00:17:42Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105170
dc.description.abstractSerangga merupakan penyerbuk yang efektif meningkatkan hasil pertanian. Pengetahuan keanekaragaman dan potensi serangga penyerbuk diperlukan untuk strategi meningkatkan hasil panen. Terdapat 7 jenis jeruk yang memiliki nilai komersial. Jeruk pamelo menjadi salah satu jenis yang berpotensi besar untuk dapat dikembangkan. Terdapat setidaknya 24 kultivar jeruk pamelo di Indonesia. Kebanyakan varietas jeruk pamelo memiliki mekanisme self-incompatibility (SI). Self-incompatibility merupakan mekanisme penghambat penyerbukan karena adanya penghalang genetik dari serbuksari dan putik pohon yang sama. Salah satu cara mengurangi dampak SI adalah dengan penyerbukan silang oleh serangga. Akan tetapi, informasi keanekaragaman dan potensi serangga penyerbuk pada jeruk pamelo masih terbatas. Oleh kaena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari morfologi dan biologi bunga jeruk pamelo, mengukur keanekaragaman serangga pengunjung bunga, mengukur aktivitas kunjungan, mengukur hubungan aktivitas kunjungan dan parameter lingkungan (suhu udara, kelembapan relatif, intensitas cahaya, kecepatan angin), serta mengukur efektivitas penyerbukan. Kultivar jeruk pamelo yang digunakan pada penelitian ini adalah Nambangan. Pengamatan morfologi dan biologi bunga dilakukan dengan metode observasi lansung di lapangan. Pengukuran keanekaragaman serangga pengunjung bunga dilakukan dengan metode scan sampling sedangkan untuk aktivitas kunjungan dengan metode focal sampling. Pengukuran efektivitas penyerbukan dilakukan dengan 6 perlakuan, yaitu perlakuan tertutup, perlakuan terbuka, penyerbukan dengan bantuan manusia menggunakan serbuksari dari pohon yang sama (geitonogamy), penyerbukan dengan bantuan manusia menggunakan serbuksari dari pohon yang berbeda (xenogamy), penambahan koloni A. cerana, dan penambahan koloni T. laeviceps. Jeruk pamelo cv. Nambangan memiliki tipe bunga majemuk (inflorescence) dengan posisi di ketiak daun yang terdiri atas 8-13 bunga individu. Setiap bunga individu terdiri atas 5-6 kelopak, 5 mahkota, 1 putik, dan 26 benangsari. Bunga yang mekar memiliki aroma kuat, warna cerah, dan kandungan gula pada nektar 14-15.5%. Bunga dapat mekar di pagi, siang atau malam hari. Periode berbunga dapat berlangsung selama 4 minggu pada awal musim hujan. Hasil pengamatan ditemukan 17,401 individu serangga pengunjung bunga yang terdiri atas 12 spesies. Sepuluh spesies diantaranya berpotensi sebagai penyerbuk, yaitu Apis cerana, Tetragonula laeviceps, Ceratina sp., Xylocopa confusa, Xylocopa latipes, Vespa affinis, sp.1 (Syrphidae), Papilio demoleus, Catopsilia pyranthe, dan Catopsilia pomona. Jumlah serangga pengunjung tinggi pada pagi hari, menurun siang hari, dan meningkat kembali pada sore hari. Terdapat korelasi positif antara jumlah serangga dan kelembapan relatif sedangkan dengan suhu udara, intensitas cahaya, dan kecepatan angin memiliki korelasi negatif. Penyerbukan xenogamy, secara signifikan mampu meningkatkan pembentukan buah, buah dengan bentuk normal, diameter dan bobot buah apabila dibandingkan dengan perlakuan kontrol.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAnimal Bioscienceid
dc.titleLayanan Serangga Pada Penyerbukan Jeruk Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.)id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordbuahid
dc.subject.keywordefektivitasid
dc.subject.keywordkeanekaragamanid
dc.subject.keywordlingkunganid
dc.subject.keywordself-incompatibilityid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record