Pengaruh Konsumsi Bahan Makanan Campuran dengan Kedelai atau Tempe terhadap Anak Balita Penderita Kurang Kalori-Protein

Date
1983Author
Hermana
F.G. Winarno
Hardjo, Soehadi
Nasoetion, Andi Hakim
Karyadi, Darwin
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengaruh konsumsi bahan makanan campuran dengan kedelai atau tempe terhadap anak balita penderita kurang kalori-protein (Di bawah bimbingan F.G. Winarno, sebagai ketua, Soehadi Hardjo, Andi Hakim Nasoetion dan Darwin Karyadi, sebagai anggota).Kurang kalori-protein (KKP) adalah salah satu dari empat masalah gizi utama di Indonesia. Penderita keadaan gizi kurang ini umumnya adalah anak-anak berumur di bawah lima tahun (balita), terutama yang berada di daerah pedesaan.Dalam usaha menanggulangi masalah KKP, Pemerintah menyelenggarakan program multisektoral dalam bentuk Usaha Perbaikan Gizi Keluarga yang salah satu kegiatan pokoknya adalah pemberian makanan tambahan (PMT). Bahan makanan campuran (BMC) telah digunakan dalam kegiatan PMT.Pada anak penderita KKP telah diketahui bahwa pada saluran pencernaannya terjadi perubahan yang dapat mengakibatkan penyerapan zat-zat gizi terganggu. Karena itu makanan bagi mereka seyogianya dipilih dari jenis yang zat-zat gizinya mudah dicerna dan diserap.Tempe adalah bahan pangan tradisional asli Indonesia yang perlu dikembangkan pemanfaatannya, dalam kegiatan pemberian makanan tambahan. Hasil penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa mutu gizi tempe lebih baik dari pada kedelai, karena mudah dicerna dan diserap zat-zat gizinya. Disamping itu tempe memiliki zat anti-bakteri yang efektif terhadap beberapa bakteri penyebab penyakit saluran pencernaaan. ...

