View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Dampak QBO terhadap Curah Hujan yang Dipengaruhi oleh MJO di Indonesia.

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (14.73Mb)
      Date
      2020
      Author
      Jumanissaba, Aldiatama
      Setiawan, Sonni
      Hidayat, Rahmat
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      QBO memiliki hubungan yang kuat dengan MJO di wilayah tropis selama musim dingin di belahan bumi utara (BBU). Frekuensi dan jumlah hari MJO lebih tinggi ketika fase timuran QBO (QBOE) dibanding fase baratannya (QBOW). Meskipun, QBO dan MJO terhubung erat, tetapi dampak QBO terhadap curah hujan belum diketahui. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dampak fase – fase QBO terhadap curah hujan saat MJO aktif di Indonesia. Fase QBO ditentukan menggunakan anomali kecepatan angin zonal 50 hPa sedangkan fase MJO ditentukan menggunakan real-time multivariate index (RMMI ). Curah hujan dari TRMMv7 digunakan untuk menganalisis dampak QBO terhadap curah hujan MJO. Total kolom uap air, suhu 100 hPa, dan angin vertikal digunakan untuk menganalisis hubungan QBO-MJO terhadap variabilitas curah hujan. Untuk mengisolasi sinyal MJO, digunakan band-pass filter. Aktivitas konveksi MJO yang dianalisis menggunakan outgoing longwave radiation (OLR) menunjukkan amplitudo lebih besar saat QBOE dibanding QBOW. Sejalan dengan hal tersebut, anomali curah hujan harian meningkat (menurun) hingga 3,3 mm/hari (1,8 mm/hari) dan adanya propagasi ke timur yang lebih (kurang) jelas saat QBOE (QBOW). Selain itu, saat QBOE (QBOW) perubahan peluang curah hujan ekstrem meningkat (menurun) hingga 100% (70%) dan tersebar lebih tinggi (rendah) selama fase basah MJO. Suhu tropopause lebih dingin (hangat), distribusi luas (sempit) dari total kolom uap air, dan vertikal adveksi ke atas (ke bawah) teramati terjadi saat QBOE (QBOW). Pengamatan tersebut mengarah pada adanya konveksi skala besar yang lebih kuat (lemah) dan peningkatan (penurunan) intensitas curah hujan dan peluang curah hujan ekstrem.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104874
      Collections
      • UT - Geophysics and Meteorology [1719]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository