Show simple item record

dc.contributor.advisorYahya, Sudirman
dc.contributor.advisorSupijatno
dc.contributor.authorHumoen, Maria Imelda
dc.date.accessioned2020-12-23T06:33:11Z
dc.date.available2020-12-23T06:33:11Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104325
dc.description.abstractPenentuan waktu tanam yang tepat dapat mengurangi dampak negatif dari rendahnya ketersediaan air dan radiasi matahari pada fase pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Selain itu, keberhasilan budidaya komoditas tanaman juga dipengaruhi oleh pemilihan varietas yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan waktu tanam yang efektif untuk mendapatkan radiasi dan air serta hasil panen yang optimal, (2) menentukan varietas yang sesuai dengan waktu tanam dan dapat mengoptimalkan pemanfaatan radiasi dan air. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juli 2019 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Naibonat-NTT. Percobaan faktorial tiga faktor dilakukan di lahan dengan menggunakan rancang petak-petak terpisah (splitsplit plot design). Faktor pertama ditempatkan di petak utama, yaitu tiga jadwal penanaman yang terdiri dari tanggal 26 Februari 2019, tanggal 12 Maret 2019, tanggal 26 Maret 2019. Faktor kedua ditempatkan pada anak petak yaitu tiga varietas jagung yang terdiri dari varietas Pena muti m'naes, Lamuru, dan Pioneer- 36. Faktor ketiga ditempatkan sebagai anak-anak petak, yaitu 2 taraf penyiraman yang terdiri dari: tidak disiram dan disiram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tanam tanggal 12 Maret 2019 merupakan waktu tanam yang tepat dan sesuai dengan tingkat ketersediaan radiasi matahari dan air sehingga memberikan hasil yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung dibandingkan dengan waktu tanam lainnya. Varietas Pioneer-36 yang ditanam pada tanggal 12 Maret 2019, memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi dibandingkan varietas lainnya. Penanaman jagung varietas Pioneer-36 tanggal 12 Maret 2019, pada ketersediaan air dan radiasi yang cukup dengan penggunaan yang lebih efisien dan tingkat intersepsi radiasi matahari yang lebih tinggi menghasilkan produktivitas tertinggi yaitu 8.47 ton ha-1. Hal tersebut didukung oleh adanya keselarasan tanggap kapasitas source (luas daun) dan kapasitas sink (ukuran tongkol).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgronomy and Horticultureid
dc.titleTanggap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung terhadap Waktu Tanam Menurut Tingkat Radiasi Matahariid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordEPRid
dc.subject.keywordintersepsi radiasi matahariid
dc.subject.keywordpenyiramanid
dc.subject.keywordproduktivitasid
dc.subject.keywordvarietasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record