Show simple item record

dc.contributor.authorHardjosworo, Peni Soeprapti
dc.date.accessioned2010-03-24T06:27:53Z
dc.date.available2010-03-24T06:27:53Z
dc.date.issued1989
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1041
dc.description.abstractTernak itik walaupun bukan ternak asli Indonesia, telah mampu beradaptasi baik dengan lingkungan Indonesia, sehingga dapat dianggap sebagai ternak lokal. Peranan ternak itik bukan saja memberikan lapangan kerja dan sumber pendapatan rakyat di pedesaan, tetapi juga menjadi sumber telur konsumsi kedua setalah ayam ras. Walaupun populasi itik di Indonesia (26.025 juta) termasuk populasi tertinggi untuk itik petelur di ASEAN, namun di Indonesia ternak itik masih merupakan ternak yang kurang mendapatkan perhatian dalam usaha-usaha untuk meningkatkan potensinya sebagai sumber pangan maupun hasil sampingan seperti bulunya. Dari penelitian-penelitian yang menggunakan itik lokal dapat disimpulkan bahwa antara 390 - 50 persen dari itik lokal adalah itik-itik yang rendah potnsinya dalam produksi telur, namun selebihnya adalah itik-itik yang mempunyai potensi produksi telur yang tinggi.
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleRespons biologik itik tegal terhadap pakan pertumbuhan dengan berbagai kadar proteinid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record