Show simple item record

dc.contributor.advisorSuwarto
dc.contributor.advisorYuliani, Titiek Siti
dc.contributor.advisorMaharijaya, Awang
dc.contributor.authorRomdoni, Arif
dc.date.accessioned2020-08-03T06:21:36Z
dc.date.available2020-08-03T06:21:36Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/103454
dc.description.abstractPenggunaan pupuk anorganik perlu dikurangi karena dapat meninggalkan residu kimia pada tanah serta menurunkan kualitas bawang merah. Oleh karena itu diperlukan pengembangan cara budidaya yang dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik yang mampu menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan produktivitas tanaman. Pupuk organik kotoran kambing (POKK) dapat dijadikan alternatif untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk anorganik yang dapat dikurangi dengan penggunaan pupuk organik kotoran kambing (POKK), mengetahui kombinasi POKK dan pupuk anorganik yang dapat meningkatkan kualitas bawang merah dan mengurangi serangan hama, serta mengetahui rasio jumlah kambing dan luas pertanaman bawang merah untuk keberlanjutan sistem integrasi. Penelitian dilakukan pada Maret hingga Juni 2019 di lahan sentra bawang merah Desa Sukorejo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Lahan yang dipakai adalah bekas pertanaman bawang merah dengan pola tanam padi-kedelai-bawang merahbawang merah. Penelitian menggunakan perlakuan faktorial dan rancangan lingkungan rancangan acak kelompok (RAK) dengan blok sebagai ulangan. Tiap perlakuan diulang 4 kali. Pupuk anorganik yang digunakan yaitu urea, KCl, dan NPK. Dosis acuan pupuk anorganik menggunakan dosis petani setempat. Dosis acuan urea 167 kg ha-1 (75.15 kg N ha-1), NPK 167 kg ha-1 (25.05 kg N ha-1; 25.05 kg P2O5 ha-1; 25.05 kg K2O ha-1) dan KCl 167 kg ha-1 (100.2 kg K2O ha-1). Pupuk organik yang digunakan berasal dari kotoran kambing dengan dosis 10 ton ha-1. Data pengamatan dianalisis ragamnya (uji F) pada taraf 5%. Apabila uji F terdapat pengaruh nyata, dilanjutkan uji nilai tengah data DMRT dan LSD pada level p=0.05. Pengolahan data menggunakan software STAR. Pemberian 10 ton ha-1 POKK mampu meningkatkan persentase bobot umbi besar (> 5 g) menjadi 43.47% dan interaksinya dengan 25% dosis acuan pupuk anorganik (25.04 kg N; 6.26 kg P2O5; 31.31 kg K2O ha-1) mampu meningkatkan persentase diameter umbi besar (> 2 cm) menjadi 75.18%. Pemberian 10 ton ha-1 POKK mampu menurunkan persentase kerusakan umbi bawang merah hingga 27.37%. Pemberian 50% dosis acuan pupuk anorganik (50.09 kg N; 12.52 kg P2O5; 62.52 kg K2O ha-1) dan penambahan 10 ton ha-1 POKK mampu menurunkan luas dan intensitas serangan Spodoptera exigua menjadi 0% pada minggu ke 3. Pemberian pupuk kandang dosis 10 ton ha-1 dapat menurunkan luas serangan hama Liriomyza chinensis pada minggu ke 6 menjadi 34.50% dan terbukti meningkatkan kadar saponin.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgronomyid
dc.subject.ddcOnionid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titlePengurangan Pupuk Anorganik oleh Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan, Produksi dan Kualitas Umbi pada Sistem Integrasi Bawang Merah dan Kambing.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordbawang merahid
dc.subject.keywordhamaid
dc.subject.keywordpupuk anorganikid
dc.subject.keywordpupuk kandangid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record