Beberapa Faktor Penyebab Rendahnya Efisiensi Reproduksi dan Usaha Meningkatkannya pada Ternak Sapi Betina Peranakan Ongole di Daerah Inseminasi Buatan

Date
1983Author
Soenarjo, Christian
Partodihardjo, Soebadi
Sukra, Yuhara
Martojo, Harimoerti
Gurnadi, Eddie
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu alat pengukur keberhasilan suatu Pelaksanaan Program Pengembangan, Peningkatan Mutu dan Populasi ternak sapi yang dilakukan dengan inseminasi buatan adalah besarnya nilai efisiensi reproduksi yang dicapai. Didalam praktek lapang, maka besarnya nilai efisiensi reproduksi ini dapat ditentukan dengan besarnya persentase kebuntingan yang dicapai oleh sekelompok ternak sapi betina birahi pada inseminasi buatan pertama.Keadaan efisiensi reproduksi ternak-ternak sapi potong di daerah inseminasi buatan daerah tingkat I propinsi Jawa Tengah pada tahun 1980/1981, 1981/1982 dan 1982/1983 masing-masing mencapai rata-rata sebesar 45.60, 41.76 dan 31.20 persen. Sedangkan menurut Soenarjo (1980) efisiensi reproduksi kelompok ternak sapi potong Peranakan Ongole adalah 77.08 ± 12.83 persen. Apabila efisiensi reproduksi kelompok ternak sapi di daerah ini dibandingkan dengan hasil penelitian Soenarjo (1980), maka hingga tahun 1982/1983 efisiensi reproduksi ternak-ternak sapi betina ini rendah. Rendahnya efisiensi reproduksi ini harus segera ditanggulangi, sebab apabila tidak akan menyebabkan kurang berhasil dan bahkan dapat mengarah kepada suatu kegagalan pelaksanaan program tersebut. ...

