Show simple item record

dc.contributor.advisorIndahwati
dc.contributor.advisorSadik, Kusman
dc.contributor.authorOktavia, Reni
dc.date.accessioned2020-07-28T01:06:45Z
dc.date.available2020-07-28T01:06:45Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/103259
dc.description.abstractKemiskinan merupakan masalah kemanusiaan yang menjadi perhatian utama pemerintah. Salah satu aspek penting untuk mendukung strategi penanggulangan kemiskinan adalah tersedianya data kemiskinan yang akurat. Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga penyedia kebutuhan data bagi pemerintah dan masyarakat menyajikan data indikator kemiskinan secara rutin setiap tahun. Data penghitungan indikator kemiskinan bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Penerapan sistem pemilihan contoh dalam survei mengakibatkan informasi yang dihasilkan survei hanya terbatas untuk menduga wilayah yang besar atau sebagian kelompok populasi yang besar yang sedari awal menjadi sasaran survei. Pendugaan indikator kemiskinan tingkat kecamatan tidak dapat dilakukan karena contoh survei tersebut hanya cukup untuk menduga indikator kemiskinan tingkat kabupaten dan provinsi. Apabila dilakukan pendugaan langsung tingkat kecamatan dengan data tersebut maka hasil dugaan tidak memberikan presisi yang baik. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghasilkan presisi yang baik dengan contoh yang sedikit adalah dengan menggunakan metode pendugaan tak langsung pada area kecil. Model yang digunakan dalam pedugaan area kecil di penelitian ini adalah model regresi beta karena nilai peubah yang menjadi perhatian merupakan peubah kontinu, berada pada selang (0,1) serta tidak berdistribusi normal. Peubah yang menjadi perhatian atau indikator kemiskinan yang dihitung di penelitian ini adalah persentase rumah tangga miskin (P0), indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2). Pendugaan indikator kemiskinan tingkat kecamatan dengan pendugaan langsung menghasilkan nilai 0 pada satu kecamatan, sedangkan dengan model regresi beta tidak terdapat nilai 0. Nilai root mean squared error (RMSE) pendugaan model regresi beta lebih kecil dibanding pendugaan langsung. Hal tersebut dapat dijadikan indikasi bahwa model regresi beta lebih baik dibanding pendugaan langsung.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcApplied statisticsid
dc.subject.ddcSmall area estimationid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcKab. Bantul-Yogyakartaid
dc.titlePendugaan Area kecil Indikator Kemiskinan Tingkat Kecamatan di Kabupaten Bantul dengan Model Regresi Betaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordindikator kemiskinanid
dc.subject.keywordmodel regresi betaid
dc.subject.keywordpendugaan area kecilid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record