Show simple item record

dc.contributor.advisorRachmina, Dwi
dc.contributor.advisorKrisnamurthi, Bayu
dc.contributor.authorSaragih, Ida Kurnia
dc.date.accessioned2020-07-27T03:57:17Z
dc.date.available2020-07-27T03:57:17Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/103233
dc.description.abstractPembangunan berkelanjutan saat ini menjadi agenda pembangunan yang tengah menjadi perhatian dunia. Konsep pembangunan berkelanjutan dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang bersifat tidak terbatas dengan sumber daya alam yang terbatas sehingga diperlukan formula yang tepat untuk mengintegrasikan antara alam atau lingkungan, ekonomi, dan sosial sebagai wadah untuk berinteraksi. Perubahan arah pembangunan juga berdampak pada arus bisnis dimana motif bisnis sudah menjadi 3P (profit, people, dan planet) yang bermakna memperhatikan unsur keberlanjutan. Komoditas kelapa sawit menjadi komoditas andalan bagi perekonomian Indonesia juga mengalami tuntutan produksi berkelanjutan. Keberlanjutan komoditas kelapa sawit meliputi seluruh rantai pasok,mulai dari kebun hingga pabrik. Provinsi Jambi merupakan salah satu dari sepuluh besar provinsi penghasil kelapa sawit, dimana 75 persen dari total luas lahan perkebunan kelapa sawit adalah perkebunan rakyat.Perkebunan kelapa sawit rakyat merupakan bagian dari rantai pasok komoditas kelapa sawit yang memerlukan aspek pembangunan berkelanjutan.Keterbatasan menejerial, akses informasi, dan kemampuan kelembagaan pada perkebunan kelapa sawit rakyat menjadi keterbatasan petani dalam pemenuan aspek berkelanjutan.Penelitian ini digunakan untuk memetakan kondisi keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat saat ini sehingga dapat memberikan informasi tentang arah kebijakan untuk menciptakan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat di Provinsi Jambi. Perkebunan kelapa sawit rakyat Provinsi Jambi telah memasuki tahap sertifikasi keberlanjutan. Gabungan Kelompok Tani Tanjung Sehati (GTS) di Kabupaten Merangin menjadi salah satu gapoktan yang telah tersertifikasi RSPO. Penelitian ini menganalisis indeks dan status keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat dengan membandingkan yang tersertifikasi dan non-sertifikasi. Penelitian ini juga melihat indikator kunciyangmempengaruhi terhadap keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat Provinsi Jambi ditinjau dari lima dimensi yakni ekonomi, sosial, lingkungan, kelembagaan, dan teknologi; (2) menganalisis indikator kunci yang mempengaruhi keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat pada masingmasing dimensi; (3) menganalisis keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat tersertifikasi dan non-sertifikasi. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer sebagai data utama dan data sekunder sebagai data pendukung. Data primer diperoleh dengan wawancara kepada petani sedangkan data sekunder diperoleh dari literature review, Badan Pusat Statistik, dan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. Data dianalisis menggunakan Teknik ordinasi RAPFISH yang ditransformasikan menjadi RAP-Palmoil melalui metode Multidimensional Scaling (MDS).Penelitian ini menggunakan 48 atribut yang ditentukan berdasarkan criteria keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat oleh RSPO, ISPO, dan penelitian terdahulu yang relevan pada penelitian ini. Atribut pada penelitian ini terdiri 48 atribut pada dimensi ekonomi 9 atribut, sosial 10 atribut, lingkungan 9 atribut, kelembagaan 10 atribut, teknologi 10 atribut. Analisis ordinasi dengan MDS untuk menentukan status keberlanjutan pada setiap dimensi dalam skala indeks keberlanjutan. Melakukan analisis laverage untuk menentukan peubah kunci yang mempengaruhi keberlanjutan, dan analisis monte carlountuk menghitung dimensi ketidakpastian pada selang kepercayaan 95 persen. Hasil analisis RAPPO menghasilkan nilai indeks keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat secara multi dimensi cukup berkelanjutan (57.79). Indeks keberlanjutan masing-masing dimensi menghasilkan nilai beragam, dimensi ekonomi (54.11), dimensi sosial (66.83), dimensi lingkungan (58,64), dimensi kelembagaan (46.40), dan teknologi (59.02). Kategori keberlanjutan berdasarkan nilai indeks adalah cukup berkelanjutan pada dimensi ekonomi, sosial, lingkungan, dan teknologi dan kurang berkelanjutan pada dimensi kelembagaan. Indikator kunci yang mempengaruhi keberlanjutan perkebunan kelapa sawit Provinsi Jambi yaitu pada dimensi ekonomi; sistem pendapatan perkebunan kelapa sawit bagi petani, kemudahan akses informasi harga, keseimbangan distribusi keuntungan, pada dimensi sosial; akses kesehatan, pandangan masyarakat terhadap perkebunan kelapa sawit, akses pendidikan, pada dimensi lingkungan; pencemaran lingkungan, penerapan teknis budidaya dan pengangkutan, kesesuian lahan dan agroklimat, pada dimensi kelembagaan; akses petani ke sumber teknologi, kemampuan LKM melayani kebutuhan petani, kemampuan modal kelompok tani, dan pada dimensi lingkungan; mekanisme pengelolaan tanah, jarak tanam, penggunaan pupuk sesuai rekomendasi. Nilai indeks keberlanjutan pada perkebunan kelapa sawit rakyat tersertifikasi yaitu 60.90, non-sertifikasi yaitu 53.10 dan keduanya masuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Nilai indeks keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat non-sertifikasi non-mitra yaitu 46,65 dalam kategori kurang berkelanjutan dan nilai indeks keberlanjutan pada perkebunan kelapa sawit rakyat non-sertifikasi mitra yaitu 54.90 dalam kategori cukup berkelanjutan. Sementara nilai keberlanjutan pada masing-masing dimensi nilai indeks keberlanjutan dimensi lingkungan pada perkebunan tersertfikasi memiliki nilai tertinggi yaitu 71.56 dan dimensi kelembagaan pada perkebunan non-sertifikasi non-mitra memiliki indeks keberlanjutan terendah yaitu 30.03.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgribusinessid
dc.subject.ddcOil palmid
dc.subject.ddc2014id
dc.subject.ddcJambiid
dc.titleAnalisis Status Keberlanjutan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Provinsi Jambiid
dc.typeThesisid
dc.subject.keyworddimensi keberlanjutanid
dc.subject.keywordmultidimensional scaling (MDS)id
dc.subject.keywordsertifikasi keberlanjutanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record