Respons Ketahanan Tanaman Cabai terhadap Penyakit Daun Keriting Kuning dan Identifikasi Resistance Gene Analogs
View/ Open
Date
2019Author
Ayu, Dyan Kusumaning
Maharijaya, Awang
Syukur, Muhamad
Hidayat, Sri Hendrastuti
Metadata
Show full item recordAbstract
Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura unggulan
di Indonesia karena nilai ekonomi dan kandungan gizi yang tinggi. Penyakit daun
keriting kuning mampu menyebabkan kehilangan hasil yang cukup tinggi pada
cabai. Penyakit daun keriting kuning cabai tersebut disebabkan oleh Begomovirus
dan ditularkan melalui serangga vektor kutukebul (Bemisia tabaci). Genotipe
tahan merupakan salah satu satu cara yang efektif dalam menanggulangi
kehilangan hasil akibat penyakit daun keriting kuning. Perakitan genotipe tahan
dapat dilakukan melalui serangkaian proses pemuliaan tanaman. Penelitian ini
mencakup dua kegiatan yaitu (1) menguji respons ketahanan 28 genotipe tanaman
cabai terhadap penyakit daun keriting kuning, dan (2) mengisolasi dan
mengidentifikasi Resistance Gene Analogs (RGA) asal cabai yang tahan penyakit
daun keriting kuning.
Kegiatan pertama bertujuan memperoleh kandidat tanaman tahan dari 28
genotipe cabai Indonesia. Pengujian dilakukan menggunakan metode inokulasi
menggunakan serangga vektor kutukebul (Bemisia tabaci) di rumah kaca dengan
rancangan kelompok lengkap teracak, satu faktor, dan tiga ulangan. Parameter
pengamatan meliputi periode inkubasi, insidensi penyakit, dan keparahan penyakit.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa genotipe cabai yang diamati memiliki
respons ketahanan yang beragam terhadap penyakit daun keriting berdasarkan
parameter keparahan penyakit. Genotipe cabai yang diamati terbagi kedalam
empat kategori ketahanan yaitu sangat rentan, rentan, agak tahan, dan tahan.
Genotipe IPBC2, IPBC5, Yuni, Seroja, F7-145291-14-9-3-12-1, F7-
1200005-141-16-2-9-4, F7-1200005-120-7-1- 7-8, F7-1200005-141-16-3-5-4
tergolong kedalam genotipe sangat rentan. Genotipe Bara, SSP, F3-74 x Hot
Chilli, F7-145291-10-7-1-1-1-1, F5-145291-14-9-3 termasuk genotipe rentan.
Genotipe Gada, Genie, Giant, Ayesha, Seloka, Anies, Ungara, F4-012328-1AB-2,
F3-Elegance x 74-2, F3-74 x Biola, F7-160291-4-13-9-8-1, F7-145293-19-8-3-
113-1, F7-145174-9-3-1-5-3 tergolong kedalam genotipe agak tahan. Genotipe
IPB C12 dan F3-012328-6-3 merupakan genotipe yang tergolong tahan. Kedua
genotipe tersebut dapat dikembangkan menjadi cabai yang tahan terhadap
penyakit daun keriting kuning atau sebagai sumber genetik bagi karakter
ketahanan terhadap penyakit daun keriting kuning. Analisis sekuen fragmen DNA
Begomovirus yang diamplifikasi menggunakan primer SPG1/SPG2
mengkonfirmasi bahwa penyakit daun keriting kuning cabai di rumah kaca
berasosiasi dengan infeksi Pepper yellow leaf curl virus (PYLCV). Sekuen isolat
PYLCV tersebut memiliki homologi 94.23% dengan Pepper yellow leaf curl
Indonesia virus-[Ageratum] (AB267838).
Kegiatan kedua bertujuan mendapatkan fragmen RGA sebagai kandidat
gen ketahanan terhadap penyakit daun keriting kuning. Primer degenerate telah
dirancang untuk mengamplifikasi daerah antara motif p-loop dan GLPL dari area
RGA kelas NBS. Hasil percobaan kedua menunjukkan terdapat 15 fragmen yang
mengandung daerah NBS yaitu CARGA1 - CARGA15. Fragmen CARGA1 -
CARGA15 mempunyai kesamaan identitas dengan 5 jenis protein yang tersedia di
Genbank, yaitu White fly resistance protein Mi-1,2, Begomovirus resistance
protein, Pvr9-like protein 2, TRGA15, dan Resistance protein RGA13. Hasil
analisis konsensus prediksi asam amino menunjukkan terdapat empat struktur
konservatif NB-ARC yang merupakan ciri khas daerah NBS. Keempat struktur
konservatif asam amino yaitu motif P-loop/kinase-1a (GKTT), kinase-2
(LVVLDDV), RNBS-B/kinase-3a (IILTTR) dan asam amino hidrofobik (GLPL).
Analisis filogenetik menunjukkan semua fragmen tergabung dalam kelompok
NON-TIR-NBS-LRR. Genotipe IPB C12 dan F4-012328-6-3 merupakan genotipe
tahan terhadap penyakit daun keriting kuning.
Informasi tingkat ketahanan terhadap penyakit daun keriting kuning dan
keragaman genetik genotipe cabai dapat membantu dalam pemilihan genotipe
untuk materi genetik dalam perbaikan sifat ketahanan tanaman terhadap penyakit.
Isolasi RGA dari penelitian ini diharapkan dapat mendukung akselerasi pemuliaan
tanaman cabai secara efisien.
Collections
- MT - Agriculture [4000]
