Show simple item record

dc.contributor.authorImawan, Bagus
dc.date.accessioned2020-06-08T02:48:51Z
dc.date.available2020-06-08T02:48:51Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/103037
dc.description.abstractBambu merupakan salah satu bahan bangunan tertua yang banyak diaplikasikan di negara berkembang seperti Indonesia. Buluh bambu ampel (Bambusa vulgaris Schard var. vulgaris) sangat kuat sehingga menjadi salah satu jenis bambu yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai kapasitas maksimum buluh dalam menahan beban tekan, menentukan nilai tegangan ijinnya, dan menentukan variabel yang potensial untuk indikator pemilahan bambu berdasarkan nilai kuat tekannya. Nilai rata-rata kapasitas maksimum (Fmax) buluh bambu ampel dalam menahan beban tekan sebesar 53.17 kN. Kuat tekan sejajar serat dihitung dengan dua cara yaitu mengasumsikan bentuk penampang bambu (1) lingkaran pejal dan (2) berongga. Kuat tekan yang dihitung dengan asumsi buluh pejal disebut kuat tekan buluh (cc//), sedangkan yang asumsi dinding bambu (berongga) disebut kuat tekan dinding (wc//). Kuat tekan sejajar serat buluh dan dinding bambu ampel berturut-turut adalah 21.82 MPa dan 48.92 MPa. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel non destruktif yang potensial untuk menduga kapasitas dan kuat tekan sejajar serat adalah kerapatan linear (qa, qo, q12) dan kerapatan (ρca, ρco, ρc12, ρwa, ρwo, ρw12). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediktor pada kondisi kadar air standar (Mc= 0% dan 12%) dapat memprediksi kapasitas tekan dan kekuatan tekan sejajar serat yang lebih baik daripada kondisi kering udara. Oleh karena itu q12 dipergunakan sebagai variabel indikator pada pemilahan kapasitas tekan buluh bambu ampel, sedangkan ρc12 dan ρw12 masing-masing menjadi variabel pemilahan kekuatan tekan buluh bambu ampel pada asumsi penampang pejal dan berongga. Penelitian ini mengklasifikasikan kapasitas dan kuat tekan bambu ampel ke dalam 6 (enam) kelas. Pada klasifikasi kapasitas struktural, nilai kapasitas maksimum menahan beban tekan (Fmax), dan kapasitas ijin menahan beban tekan (Rk) telah disajikan dalam bentuk grafik dan diringkas dalam tabel. Demikian pula, nilai tegangan tekan maksimum (cc//, wc//) dan tegangan tekan ijin (Rk) juga telah disajikan untuk pemilahan kekuatan struktural.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForest productid
dc.subject.ddcBambooid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleKlasifikasi Kapasitas dan Kekuatan Tekan Buluh Bambu Ampel (Bambusa vulgaris Schard var. vulgaris).id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordBambu ampelid
dc.subject.keywordkapasitas tekanid
dc.subject.keywordkuat tekanid
dc.subject.keywordpemilahan bambu strukturalid
dc.subject.keywordprediktorid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record