Show simple item record

dc.contributor.advisorRachmina, Dwi
dc.contributor.advisorSuprehatin
dc.contributor.authorMaulina, Nurul
dc.date.accessioned2020-06-02T02:49:19Z
dc.date.available2020-06-02T02:49:19Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102965
dc.description.abstractModal merupakan salah satu faktor produksi yang penting bagi berjalannya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Beberapa UMKM memiliki modal terbatas sehingga membutuhkan sumber modal dari luar salah satunya dengan kredit usaha. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan tahun 2018 usaha pengolahan ikan asin memiliki unit usaha terbanyak dibandingkan dengan usaha perikanan lainnya. Provinsi DKI Jakarta memiliki sentra produksi ikan asin yang terletak di Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke. Terdapat dua jenis sumber kredit di PHPT Muara Angke yaitu, sumber kredit formal dan non formal. Persepsi UMKM terhadap sumber kredit akan memengaruhi keputusan pengambilan kredit dan menimbulkan biaya transaksi. Kredit sebagai modal usaha digunakan untuk meningkatkan penggunaan input, meningkatkan output dan keuntungan. Tujuan penelitian adalah (1) menganalisis persepsi terhadap sumber kredit, (2) menganalisis biaya transaksi kredit, dan (3) menganalisis pengaruh kredit terhadap produksi dan keuntungan usaha. Penelitian ini menggunakan data primer dengan sampel 63 unit dari 200 populasi yang diperoleh secara simple random sampling. Diketahui 23 unit menggunakan kredit formal dan 40 unit menggunakan kredit non formal. Metode analisis penelitian adalah (1) importance performance analysis untuk mengukur persepsi pengolah ikan asin terhadap sumber kredit. (2) Metode transaction cost analysis digunakan untuk mengukur besaran biaya transaksi kredit. (3) Pengaruh kredit terhadap produksi ikan asin diukur dengan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglass, (4) menganalisis perbedaan keuntungan antara sumber kredit formal dan sumber kredit non formal dilakukan uji beda Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepentingan sumber kredit formal sebesar 4.49 dan nilai kinerja sebesar 4.08. Pada sumber kredit non formal nilai kepentingan sebesar 4.20 dan nilai kinerja sebesar 4.02. Persepsi pengolah terhadap sumber kredit formal dan non formal baik. Namun, biaya transaksi setiap sepuluh juta kredit pada sumber kredit formal yaitu Rp 128 838 lebih besar dari pada biaya transaksi sumber kredit non formal yaitu Rp 15 745. Biaya transaksi terbesar pada sumber kredit formal ialah biaya pelaksanaan sebesar 63.19 persen dan pada sumber kredit non formal ialah biaya informasi sebesar 40.17 persen. Hasil analisis fungsi Cobb-Douglas menunjukan bahwa kredit berpengaruh terhadap peningkatan produksi melalui peningkatan penggunaan input. Sumber kredit formal meningkatkan produksi lebih besar 0.063 persen dari produksi sumber kredit non formal. Sumber kredit formal membuat pengolah tidak memiliki ketergantungan dengan siapapun untuk memilih ikan, nilai rendemen ikan asin sumber kredit formal lebih besar dari nilai rendemen ikan asin sumber kredit non formal. Hasil uji beda keuntungan menunjukkan ada perbedaan keuntungan antara sumber kredit formal dan sumber kredit non formal.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgribusinessid
dc.subject.ddcProcessing businessid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcDKI Jakartaid
dc.titlePersepsi, biaya transaksi dan pengaruh sumber kredit terhadap produksi dan keuntungan usaha pengolahan ikan asinid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordBiaya transaksiid
dc.subject.keywordImportance performance analysisid
dc.subject.keywordKeuntunganid
dc.subject.keywordPersepsiid
dc.subject.keywordProduksiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record