Show simple item record

dc.contributor.advisorLubis, Iskandar
dc.contributor.advisorSuwarto
dc.contributor.authorArrasyid, Bagus
dc.date.accessioned2020-03-09T04:17:33Z
dc.date.available2020-03-09T04:17:33Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102740
dc.description.abstractPadi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting bagi masyarakat Indonesia. Laju peningkatan hasil padi hanya 1% per tahun, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan pada tahun 2050 diperlukan peningkatan 2.4% per tahun. Produksi padi masih terfokus pada lahan sawah melalui kegiatan intensifikasi, sedangkan areal persawahan semakin berkurang. Padi gogo memiliki potensi dibudidayakan pada lahan kering Indonesia. Permasalahan lahan kering yaitu ketersediaan air dan tingkat kesuburan tanah rendah sehingga dibutuhkan teknologi budidaya yang tepat untuk meminimalkan masalah tersebut. Peningkatan produksi padi dengan pemupukan berimbang merupakan faktor penting agar lebih efektif, ekonomis dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan dosis pupuk N, P, K optimum padi gogo kultivar Mayas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Juli 2019 di lahan Kebun Percobaan Leuwikopo, IPB University, Dramaga, Bogor dengan metode multinutrient response. Percobaan terdiri atas tiga percobaan paralel untuk N, P, K dengan tingkat dosis pupuk berbeda menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak sebanyak tiga ulangan. Dosis pupuk yang digunakan yaitu 0, 50, 100, 150 dan 200% dari acuan (100% N = 150 kg Urea ha-1, 100% P = 100 kg SP36 ha-1, 100% K = 100 kg KCl ha-1). Aplikasi pupuk N diberikan tiga tahap yaitu 40% dosis saat tanam, 30% dosis saat 3 MST dan 30% dosis saat 6 MST. Pupuk P dan K diberikan satu tahap yaitu 100% saat tanam. Peningkatan dosis pupuk N 0-200% dari dosis acuan berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 3-7 MST, bobot kering tajuk fase 50% berbunga dan luas daun saat panen. Peningkatan dosis pupuk P2O5 0-200% dari dosis acuan berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 17 MST, bobot kering tajuk saat panen, luas daun saat panen, panjang malai, jumlah gabah per malai dan bobot gabah per rumpun. Peningkatan dosis pupuk K2O 0-200% dari dosis acuan berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 9 MST, bobot kering tajuk fase primordia, persentase gabah isi, bobot gabah per 2 m2 dan hasil gabah per hektar. Respon peubah tersebut menunjukkan pola kuadratik. Hasil dari peubah dikonversi menjadi hasil relatif dan dibuat persamaan kuadrat untuk menentukan dosis pemupukan N, P dan K optimum padi gogo Mayas, yaitu 168.99% N = 116.60 kg N = 253.48 kg urea ha-1, 90.42% P2O5 = 32.55 kg P2O5 = 90.42 kg SP36 ha-1, 89.56% K2O = 53.74 kg K2O = 89.56 kg KCl ha-1.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcAgronomyid
dc.subject.ddcUpland riceid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titlePenentuan Dosis Pupuk N, P, K Optimum untuk Padi Gogo Kultivar Mayas.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordhasil relatifid
dc.subject.keyworddosis rekomendasiid
dc.subject.keywordhasil gabahid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record